BERITA TERBARU
Rabu, 04 Okt 2017 11:52 WIB

Bos PlayStation Mendadak Hengkang, Kenapa?

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Ilustrasi (Foto: Getty Images) Ilustrasi (Foto: Getty Images)
Jakarta - Setelah kurang lebih enam tahun menggawangi PlayStation, Andew 'Andy' House resmi meninggalkan jabatannya sebagai Head of PlayStation pada akhir 2017.

Sebagai gantinya, Sony menunjuk John Kodera. Dikutip detikINET dari Bloomberg, Kamis (4/10/2017), Kodera sebelumnya adalah Deputi Presiden Sony Interactive Entertainment. Dengan penunjukan dirinya menggantikan House, Kodera siap melanjutkan kepemimpinan di PlayStation.

House sendiri, di awal kepemimpinannya sudah dibebankan banyak PR yang ditinggalkan oleh pendahulunya, Kaz Hirai. Salah satunya, mengatasi kekecewaan para pelanggan terhadap PlayStation 3 (PS3).

Dengan harga mencapai USD 599 pada peluncurannya, PS3 juga mengalami serangan hacker yang membuat PlayStation Network mengalami penurunan. Hirai sendiri cukup tahu diri dan merasa berterimakasih kepada House yang menanggung tugas berat sepeninggalnya.

"Ketika saya menyerahkan kepimimpinan Sony Computer Entertainment kepada Andrew House pada 2011, saya yakin bahwa saya meninggalkan bisnis PlayStation ke tangan yang tepat, dan itu terbukti. Saya sangat berterima kasih pada Andy atas kontribusinya yang luar biasa terhadap perkembangan bisnis PlayStation, dan pertumbuhannya di masa yang akan datang," ujar Hirai.

House berhasil membuktikan kapabilitasnya sebagai pemimpin dan mengembalikan kejayaan PlayStation dalam industri game. Dibawah kepemimpinannya, Sony kembali merajai industri permainan, dengan penjualan yang diraih PS4 berhasil melewati torehan Xbox One milik Microsoft dengan perbandingan 3:1.

Dia juga menghadirkan virtual reality kepada publik dan menjadikan PlayStation VR sebagai headset terdepan dalam industri gaming, dengan torehan penjualan lebih dari satu juta unit setelah dirilis tahun lalu.

"PlayStation telah menjadi bagian besar dari hidup saya selama lebih dari 20 tahun. Dengan capaian kesuksesan dan rekor-rekor yang terpecahkan, ini menjadi saat yang tepat bagi saya untuk menjalani tantangan baru," kata House.

Ke depannya, Sony memberi sedikit bocoran mengenai apa yang akan dilakukan House selanjutnya. "Dia berencana menghabiskan banyak waktunya bersama keluarga sebelum menjalani karir barunya di industri hiburan," ujar juru bicara Sony.

Sementara Kodera yang sudah bersama Sony sejak 1992 dan bekerja pada layanan PlayStation Network mulai 2010 merasa terhormat dipercaya menggantikan House.

"Ini penghargaan yang luar biasa untuk memegang jabatan Presiden dan CEO dari Sony Interactive Entertainment. Saya sangat berterima kasih kepada Kaz dan Andy atas kepercayaan yang mereka tunjukkan. Saya berniat untuk melanjutkan apa yang Andy telah lakukan terhadap PlayStation serta memperluas jaringan layanan bisnis dan game kami," tutur Kodera.

Selain itu, ia juga berandil besar dalam peluncuran PlayStation Vue, layanan televisi, Playstation Now, platform game-streaming, dan kerja sama dengan Spotify untuk memberikan konten non-game dalam jaringan user yang mencapai 70 juta di seluruh dunia.

"Saya sangat yakin bekerja dengan tim ini untuk memperkuat hubungan dengan rekan bisnis dan menyediakan pengalaman hiburan interaktif terbaik, hanya itu yang dapat dilakukan PlayStation," ujar John Kodera menambahkan.

Transisi antar keduanya direncanakan akan berlangsung secepat dan semulus mungkin, namun pihak Sony mengatakan bahwa Kodera baru akan resmi memegang jabatan barunya pada akhir tahun ini. (rns/rns)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed
  • Gagal Registrasi SIM Card? Ini Penyebabnya

    Gagal Registrasi SIM Card? Ini Penyebabnya

    Sabtu, 21 Okt 2017 16:41 WIB
    Meski baru diwajibkan 31 Oktober, tak sedikit masyarakat yang sudah melakukan registrasi SIM card. Beberapa ada yang gagal, hal berikut bisa jadi penyebabnya.
  • Fotostop: Batik Warisan Dunia Kuis

    Fotostop: Batik Warisan Dunia

    Sabtu, 21 Okt 2017 12:25 WIB
    Tanggal 2 Oktober merupakan Hari Batik, merayakan momen tersebut detikINET kembali mengadakan lomba Fotostop dengan mengambil tema 'Batik Warisan Dunia'.