Jumat, 29 Sep 2017 07:02 WIB

Minuman Energi dan Pil Kafein Jadi Doping buat Gamer eSports

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Ilustrasi eSports. Foto: GettyImages/Melanie Conner Ilustrasi eSports. Foto: GettyImages/Melanie Conner
Jakarta - Industri olahraga elektronik atau dikenal dengan istilah eSports dalam beberapa tahun belakang telah berubah menjadi bisnis besar. Namun, untuk bisa sukses, ada harga yang harus dibayar.

Bagaimana tidak, hadiah uang miliaran mengalir begitu saja dalam sebuah turnamen game. Bahkan, gamer profesional di China dan Taiwan sanggup meraup uang sampai USD 75.000 atau sekitar Rp 1 miliar per tahun dan membentuk sebuah basis penggemar yang besar hanya dari bermain game.

Namun siapa sangka, di balik gemerlap panggung eSports, ada harga yang harus dibayar untuk meraih kesuksesan. Gamer-gamer ini harus berlatih keras sampai belasan jam demi melancarkan permainan dan memikirkan strategi terbaru untuk bisa menang dari kompetisi.

Salah satu contoh nyata adalah boot camp milik tim eSports asal Taiwan, yakni Flash Wolves. Boot camp ini biasa dipakai personil Flash Wolves jelang pertandingan besar.

Tak cuma berlatih, para personil dari Flash Wolves wajib mengkonsumsi minuman energi dan pil kafein. Alasannya tentu saja untuk bisa bertahan dari latihan 16 jam per hari, tujuh hari dalam seminggu.

"Ini tidak segampang yang orang bayangkan. 'Wow main game seperti bekerja, Anda sungguh beruntung'," ucap salah satu pemain bernama Yu Li-hong menirukan pendapat orang lain, seperti dikutip detikINET dari Mirror, Jumat (29/9/2017).

Menurut Li-hong, ketika seseorang menjadikan game sebagai profesi, sikap dan perasaan dalam bermain menjadi beda. "Anda harus serius terhadap segalanya," tambah pemuda berusia 22 tahun itu.

Flash Wolves, sebagaimana diketahui, adalah tim gamer profesional yang fokus pada game League of Legends. Ia mengakui bahwa kebanyakan waktu yang dipakai menuntut Ia dan temannya duduk terpaku di depan monitor.

"Aku tidak terlalu punya banyak waktu olahraga di luar. Tapi, mungkin karena aku muda, tidak terlalu menimbulkan dampak (di tubuh)," ucap Hu Shuo-chieh rekan sesama tim.

The International DotA 2 menjadi salah satu turnamen dengan hadiah yang gila-gilaan. Juara pertama di gelarannya tahun 2016 lalu meraih hadiah USD 9,1 juta atau senilai Rp 123,3 miliar. Bila dibagi ke masing-masing lima orang dalam satu tim, tiap orangnya bisa membawa pulang uang Rp 24,6 miliar.

Hadiah uang hingga miliaran ini didapat dari sponsor berbagai macam brand. Ya, kini brand semacam Coca Cola dan Red Bull pun mulai melirik industri ini. Jadi, tak heran industri ini terus bertumbuh besar dengan hadiah yang menggiurkan.

(mag/yud)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed