"Saya benar-benar syok dengan apa yang terjadi di Jepang beberapa waktu lalu (pembatalan-red). Tapi saya punya keyakinan. Keyakinan bahwa kami bertiga bisa melakukan hal lain," ujar Reedus dalam wawancaranya dengan IGN beberapa waktu lalu.
Reedus kemudian menyebut Kojima dan del Toro sebagai dua orang yang jenius. "Ada banyak sekali ide dan masa depan keren yang dilemparkan. Aku hanya tidak bisa melihat ke mana ide ini akan berlabuh," tambah Reedus dikutip detikINET dari Gamespot, Senin (16/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reedus sejatinya juga belum tahu pasti sudah seberapa jauh game Silent Hills digarap. Beberapa fotografi memang telah selesai, tapi tidak demikian untuk urusan cerita.
Tapi, seperti yang dikatakan tadi, Reedus tidak menyerah. "Aku berkeyakinan jika kami akan melakukan sesuatu, karena itu adalah sesuatu yang harus terjadi. Ini seperti takdir. Ini harus terjadi," ungkas Reedus.
Ya, sebagaimana diketahui pada bulan April 2015 lalu Konami selaku publisher secara tiba-tiba mengumumkan jika Silent Hills dibatalkan. Sebagai salah satu kreator, del Toro menegaskan jika hal itu tidak masuk akal.
(ash/ash)