Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Mafia III: Balas Dendam Jebolan Perang Vietnam

Mafia III: Balas Dendam Jebolan Perang Vietnam


M. Alif Goenawan - detikInet

Jakarta - Jalan cerita Mafia III perlahan terungkap. Melalui trailer terbaru yang dirilis 2K Games terkuak bahwa Mafia III tak lagi soal rezim mafia Italia, seperti yang dikisahkan dalam Mafia seri pertama dan kedua.

Di seri ketiga, gamer justru akan disajikan oleh aksi dan kisah baru dari organisasi kriminal yang memiliki latar belakang New Orleans pada tahun 1968. Ini artinya Mafia III memiliki setting dan periode waktu yang lebih maju dibandingkan seri-seri sebelumnya, Mafia: The City of Lost Heaven (1920) dan Mafia II (1950).

Jika pada Mafia II gamer akan berperan sebagai Vitto Scaletta -- pemuda yang baru saja kembali dari Perang Dunia II -- maka di Mafia III ini Anda akan berperan sebagai Lincoln Clay.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Clay sendiri dikisahkan sebagai pria kulit hitam yang sejak kecil yatim piatu. Hidup sebatang kara, Clay hidup dengan berbagai tantangan, dimana rasis nyatanya menjadi isu yang berkembang di New Orleans pada periode 1960. Clay sempat menjadi tentara pada perang Vietnam yang berakhir dengan kekecewaan karena Clay disebut menjadi tentara yang kehilangan hak-haknya.

Sepulang dari perang Vietnam, Clay kembali ke New Orleans dan mulai mencari keluarga sebagai tempat bernaung. Karena ia tak memiliki siapa-siapa, akhirnya Clay bergabung dengan kelompok kulit hitam (Black Mob).

Sayang, suatu ketika keluarga barunya dibantai geng Italia. Marah akan tindakan yang dilakukan oleh geng Italia tersebut, Clay menuntut balas dan mendeklarasikan perang.

"Keluarga bukanlah tempat di mana kamu dilahirkan, tapi tempat di mana kamu mati untuk..." begitulah kira-kira kutipan yang diucapkan oleh Clay, dikutip detikINET dari Gamespot, Kamis (6/8/2015). Mafia III sendiri saat ini tengah dikembangkan untuk platform Xbox One, PlayStation 4, dan PC yang diperkirakan meluncur pada tahun 2016.



(ash/ash)







Hide Ads