Adapun komunitas gamer yang dirangkul berasal dari penggila game balap Gran Turismo, mengingat yang digunakan sebagai materi kompetisi adalah game besutan Polyphony Digital tersebut. Pun demikian, komunitas gamer lainnya juga diajak berdiskusi untuk mendapatkan masukan secara general.
βSelain dari komunitas gamer lokal, kami juga mendapat banyak masukan dari tim global Nissan GT Academy. Karena mereka telah berpengalaman menggelar kompetisi ini sejak tujuh tahun lalu, kita (di Indonesia) baru pertama kali,β ujar Budi Nur Mukmin, GM Product Planning & Marketing Nissan Motor Indonesia, di Hotel Lorin, Sentul, Jawa Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi Budi menyebut Nissan telah menggelontorkan nilai investasi yang tak sedikit untuk menggelar kompetisi ini. Salah satunya adalah dengan melakukan survei mendalam ke Thailand sebelum menggelar kompetisi ini. Nissan GT Academy sendiri telah digelar sejak dua tahun lalu di Negeri Gajah Putih tersebut.
Bila di Indonesia Nissan GT Academy baru digelar di dua kota besar, yakni Jakarta dan Surabaya, di Thailand sudah sampai lima kota kompetisi Nissan GT Academy di gelar. Nissan berharap tahun depan GT Academy bisa digelar di lebih banyak kota.
βDiharapkan tahun depan ke luar Jawa, misalnya kota Medan, di sana cukup berpotensi, selain itu adalah kota Makassar,β imbuh Budi.
Menurut Budi, gamer peserta Nissan GT Academy di Indonesia ini juga cukup berkualitas. Sehingga harapannya ada salah satu dari gamer Indonesia yang bisa menjuarainya. Dengan begitu gaungnya jadi lebih terasa, untuk gelaran tahun depan yang diharapkan bisa lebih besar lagi.
(yud/ash)