Ketiga lulusan GT Academy tersebut akan menjadi bagian dari 9 pembalap internasional Nissan, di mana beberapa pembalapnya pernah berpartisipasi dalam ajang balapan bergengsi dunia Formula 1 dan balap mobil sportcar. Untuk mewakili Nissan kali ini, mereka akan berbagi tugas. Setiap tim yang terdiri dari tiga pembalap akan mengendarai mobil radikal Nissan GT-R LM NISMO yang berbeda-beda.
Nissan GT-R LM NISMO merupakan mobil balap terbaru Nissan yang dilengkapi mesin depan yang inovatif dan non konvensional. Keunikan mobil yang dirancang khusus untuk Le Mans 24 Hours ini terletak pada penggunaan sistem penggerak roda depan (front-wheel-drive), di mana kebanyakan mobil balap lainnya lebih memilih menggunakan mesin yang ditempatkan di belakang (rear-engine) dan sistem penggerak roda belakang (rear-wheel-drive).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Ordóñez (30 tahun) dan Shulzhitskiy (25 tahun) akan berada dalam mobil dengan nomor 21 bersama pembalap utama Super GT Champion, Tsugio Matsuda (Jepang). Mobil dengan nomor 22 akan dikendarai oleh pembalap berpengalaman NISMO, Michael Krumm (Jerman), mantan juara Le Mans kelas LM P2, Harry Tincknell (Inggris) dan pembalap Nissan GT, Alex Buncombe (Inggris).
"Bagi kebanyakan pembalap, ajang ini merupakan puncak tertinggi. Le Mans adalah ajang balapan dalam hidup mereka,” ungkap Darren Cox, Direktur Motorsport Global Nissan.
Mardenborough pun sependapat dengan Cox, "Bagi saya, bisa ikut berpartisipasi dalam kelas tertinggi di Le Mans setelah tiga setengah tahun bersama Nissan, adalah pengalaman yang luar biasa."
Nissan GT-R LM NISMO adalah jagoan baru tahun ini, dibandingkan dengan saingannya dalam barisan kelas LM P1 dari Audi, Porsche dan Toyota, yang masih dalam tahap awal pengembangannya. Desain inovatif Nissan terinspirasi dari sirkuit Le Mans yang memiliki panjang 13,6 kilometer dan sudut-sudut kecepatan tingginya. Pemenang dari balapan ini biasanya mampu menempuh jarak lebih dari 5.000 kilometer dalam waktu 24 jam.
(ash/ash)