Ada dua kategori yang disuguhkan dalam kompetisi, yakni Professional dan Rookie. Untuk kategori profesional, Nokia memberikan klasifikasi tambahan yaitu Special Challenge yang dibagi lagi menjadi kategori Action and Adventure, Puzzle and Trivia, Racing and Flying, dan Strategy.
Tim Floo Studio dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, menjuarai kategori Rookie. Dengan gamenya yang berjudul 'I Surrender!', Floo Studio berhak mendapatkan uang tunai Rp 30 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kategori profesional, tim Own Games berhasil mencuri perhatian juri dengan gamenya Eyes on Dragon. Hadiah yang didapatkan pun tak main-main, Rp 100 juta untuk tim ini.
Dikatakan Maretha Dewi, Head of Developer Experience Nokia Indonesia, Mobile Games Developer War adalah salah satu program Nokia yang mendukung para developer menciptakan konten yang menarik bagi pengguna.
"Kami melihat bahwa developer di Indonesia punya potensi tinggi untuk menghasilkan aplikasi yang berkualitas," ujarnya dalam acara pengumuman pemenang kompetisi di D'Cost VIP, Jakarta, Senin (23/12/2013).
"Dengan sistem seleksi, pelatihan dan penjurian yang terus ditingkatkan, Mobile Games Developer War diharapkan bisa memacu para developer lebih sukses dengan aplikasi yang berkualitas," harapnya.
Untuk mencapai tujuannya, Nokia juga menggandeng kampus, komunitas, operator dan tentunya pemerintah. Bahkan sejak akhir Oktober 2013, Nokia juga menggelar roadshow dan workshop di tujuh kota.
Workshop dan roadshow ini bertujuan membagi pengetahuan mendalam mengenai segala hal berkaitan dengan pembuatan dan pengembangan game. Melalui workshop yang telah diselenggarakan dari 2010, Nokia mengklaim telah sukses melatih sekitar 12.000 pengembang aplikasi di 20 kota Indonesia.
(rns/rou)