Perancang game yang dimaksud adalah Jonathan Blow, namanya mencuat paska kemunculan game Braid. Kini, pria yang tinggal di San Francisco itu tengah disibukkan dengan pembuatan game lain berjudul The Witness.
Melalui akun Twitternya, ia meluapkan kekecewaan soal ucapan Microsoft di sela-sela peluncuran Xbox One. Seperti dikutip detikINET, dari Gaming Bolt, Senin (27/5/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah server yang berjumlah ratusan ribu itu diklaim Microsoft dapat meningkatkan kualitas grafis dan proses physic pada game yang tengah dimainkan. Tapi Blow tidak sependapat dengan hal itu.
Dalam tweet berseri, ia menuliskan kebohongan Microsoft yang mengklaim komputasi awan untuk Xbox One itu bisa meningkatkan kualitas grafis. Karena sejatinya proses rendering itu hampir seluruhnya dikerjakan oleh konsol game.
Pun begitu, bukan berarti Blow membenci Microsoft dan tidak akan membuat game untuk Xbox One. "Saya hanya tidak suka perusahaan yang berbohong seperti itu," pungkasnya.
Β
Baca juga:
-. Ini Fitur Unggulan Xbox One
-. FotoINET: Xbox One, Lebih dari Sekadar Konsol Game
-. Mengintip 'Dapur' Xbox One
(eno/ash)