Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Mengintip Bocoran DarkSpore

Mengintip Bocoran DarkSpore


- detikInet

Jakarta - DarkSpore akan menjadi game terbaru dari studio Maxis di bawah Electronic Arts (EA). Simak beberapa bocoran game dengan genre Role Playing Games (RPG) ini.

Beberapa detail mengenai DarkSpore terungkap dalam sebuah diskusi panel di San Diego Comic Con. Seperti dikutip detikINET dari Gamespot, Rabu (28/7/2010), gaya permainan game ini memang gabungan dari genre Role Playing Games (RPG) dengan inspirasi dari game Spore.

Berikut beberapa bocoran soal DarkSpore yang telah diungkapkan:
  • Setiap karakter akan dibuat berdasarkan tipe dasar tertentu. Modifikasinya mirip dengan Creature Creator di Spore, tentunya dengan unsur RPG yang lebih kental.
  • Ada lima tipe 'monster' yang dibedakan dengan warna dan efek visualnya, kelimanya adalah Bio, Necro, Plasma, Cyber dan Quantum.
  • Bio adalah spesialis penyembuhan (healing), racun dan tumbuh semakin kuat
  • Plasma menggunakan serangan berbasis energi dan petir
  • Necro punya kekuatan supernatural dan 'bangkit dari kubur', serangannya ditekankan pada kerusakan jangka panjang
  • Cyber menggunakan serangan tertarget dan Area-of-Effect, selain juga jebakan
  • Quantum merupakan spesialis teleportasi sehingga bisa 'lompat-lompat' di arena pertempuran dengan cepat
  • Ada tiga kelas 'hero' yaitu Ravager, Sentinel dan Tempest
  • Sentinel bisa diibaratkan tipe 'tank' pada game RPG lain
  • Tempest agak mirip 'mage' pada game RPG lain, karena mengandalkan serangan jarak jauh
  • Gabungkan 'hero' dan 'monster' di atas untuk dapat gambaran soal karakter di Darkspore, misalnya 'Plasma Sentinel' atau 'Cyber Tempest' dan sebagainya.
  • Konon awalnya pengembang hanya ingin membuat game menyusun mahluk ala Spore untuk diadu dengan mahluk lain. Ini terdengar mirip dengan Pokemon namun monsternya bisa dibuat sendiri.
  • AI dalam game memungkinkan pemain mengalami pengalaman yang selalu berbeda meskipun memasuki area yang sama berulang-ulang.

Sebelumnya, sempat dikatakan bahwa BioWare (studio di balik game Dragon Age dan Mass Effect) ikut mebidani kelahiran game ini. Namun belakangan EA membantah hal itu. Sesungguhnya hanyalah Malcolm Azania, yang pernah terlibat dalam Mass Effect 2, yang ikut dalam proyek ini.
(wsh/wsh)







Hide Ads