Konsep yang ditawarkan Microsoft untuk 'Project Natal' pun terbilang cukup menarik, kontroler tersebut akan mendeteksi gerak tubuh pemain untuk dijadikan sistem kendali dalam game.
Nah, untuk menyempurnakan kendali tersebut bahkan Microsoft bekerjasama dengan podusen chip ternama asal Israel, PrimeSense. Namun sayang, belum juga diluncurkan 'Project Natal' dikabarkan memiliki beberapa kelemahan seperti:
- Masih ada jeda waktu untuk 'Project Natal' agar dapat mendeteksi gerak tubuh pemain, yakni sekitar 125 milidetik.
- Jika ada benda besar di sekitar pemain seperti sofa, maka kontroler tersebut tidak dapat mengenali pemain kedua. Sangat menyebalkan jika benar demikian, pasalnya gamer tidak dapat bermain dengan rekannya.Β
- Sensor dalam 'Project Natal' bakal kesulitan mendeteksi gerakan di dalam ruangan yang minim cahaya ataupun, di ruangannya yang terkena sinar matahari langsung.
- Β 'Project Natal' dapat mendeteksi gerakan tangan (siku, bahu) dan kaki (lutut). Namun bagian tubuh lain terkadang ikut terdeteksi yang membuat game sulit dikendalikan.
- Kontroler ini bakal bekerja baik pada jarak antara 1,8 hingga 3 meter.
Seperti dilansir Gameblog dan dikutip detikINET, (8/4/2010), selain memiliki beberapa kelemahan tersebut, 'Project Natal' juga dirumorkan akan dibanderol seharga USD 50. (eno/fyk)