Dalam gelaran Electronic Entertainment Expo (E3), Juni 2009, baik kubu Microsoft Xbox 360 maupun Sony PlayStation 3Β menampilkan teknologi pendeteksi gerakan masing-masing. Microsoft memukau dengan Project Natal sedangkan SonyΒ menampilkan tongkat ganda yang bisa menempatkan pemain di dalam game.
Namun, pengembang game nampak menyambut dingin perkembangan terbaru itu. Hal ini misalnya dinyatakan oleh Presiden Tecmo Koei, Kenji Matsubara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tecmo Koei, hasil merger Tecmo dan Koei, memang dikenal dengan jajaran game bak-bik-buk. Beberapa judul yang terkenalΒ adalah Dead or Alive (Tecmo), Ninja Gaiden (Tecmo), Dynasti Warriors (Koei) dan Samurai Warriors (Koei).
Sambutan adem-ayem juga disampaikan oleh Cliff Bleszinski, Direktur Desain dari Epic. "Kami akan melihat Natal --nggakΒ janji ya-- tapi sepertinya kendali klasik adalah apa yang akan digarap Epic dalam waktu dekat ini," ujarnya seperti dikutip detikINET dari Gamespot, Rabu (8/7/2009).
Epic tak bisa dianggap remeh dalam ranah game. Perusahaan itu adalah yang melahirkan seri game populer Gears of War dan juga pemilik dari engine Unreal.
Meski demikian, baik Tecmo Koei maupun Epic tampak berhati-hati dan tidak mau terkesan menolak teknologi baru itu. keduanya berjanji pihaknya akan menelaah lebih lanjut teknologi gerak itu.
"Kami sangat tertarik dengan masa depan Project Natal dan kendali gerak Sony. Di saat yang sama, kami khawatir karenaΒ kami memiliki spesialisasi membuat game aksi, jadi kami harus menelaah apakah kami bisa mencapai waktu respons real-time dari sistem tanpa alat kendali," ujar Kenji.
Epic bahkan berencana menggabungkan dua cara kendali: klasik dan gerak. "Saya pikir ada cara untuk menggabungkan kedua interface itu dan melengkapi sebuah game klasik dengan kendali ala Natal untuk membuat sesuatu yang menawan," tukas Bleszinski.
(wsh/faw)