Rabu, 22 Mar 2017 15:14 WIB

Review Game

Horizon Zero Dawn: Pertarungan Manusia dan Mesin yang Mengagumkan

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Foto: screenshot detikINET Foto: screenshot detikINET
Jakarta - Tak cuma berkutat pada satu genre game, sudah jadi hal yang lumrah apabila sebuah developer kemudian bereksperimen untuk menggarap game dengan genre yang berbeda dari apa yang sudah pernah dilakukan di masa lalu. Inilah yang kemudian terjadi di dalam Guerilla Games.

Developer game asal Amsterdam, Belanda ini dikenal sebagai pembesut dari game shooter Killzone yang notabene tidak masuk dalam hitungan game terbaik yang pernah ada. Bukan berarti kami bilang game tersebut jelek. Hanya saja, Killzone, sebagai game shooter kurang mampu bersanding dengan game serupa semisal Battlefield atau Call of Duty.

Meski begitu, hal ini tidak menghalangi Sony untuk mempercayakan proyek penggarapan game eksklusif mereka ke Guerilla Games. Kesempatan ini pun tidak disia-siakan, karena Guerilla Games membuat game yang berbeda sangat jauh dari Killzone, yakni Horizon Zero Dawn.

Lalu apakah Horizon Zero Dawn mampu mengangkat derajat Guerilla Games itu sendiri? Berikut sedikit review dari detikINET!


Lahir tanpa Seorang Ibu

Foto: screenshot detikINET

Horizon Zero Dawn mengisahkan perjalanan seorang gadis bernama Aloy. Meski demikian, kisah perjalanan yang dialami oleh Aloy dalam game sebenarnya cukup membuat terharu siapapun yang memainkannya.

Hal ini karena Aloy, sedari kecil hidup tanpa seorang ayah dan ibu. Bagi kehidupan normal atau di keseharian kita mungkin tidak begitu masalah. Namun, di dalam dunia yang ditempati oleh Aloy, terutama di kalangan sukunya hal ini menjadi masalah yang sangat besar.

Suku tempat Aloy tinggal, yakni Norma, sangat menjunjung tinggi derajat wanita. Kaum Hawa dalam kelompok suku tempat Aloy hadir menempati posisi yang tinggi atau dalam ilmu sosial dikenal dengan istilah matriarki. Karenanya, lahir tanpa seorang ibu dianggap sebagai sesuatu yang hina di antara kalangan sukunya.

Alhasil, Aloy pun dikucilkan, dihina, dan parahnya lagi tak boleh menginjakkan kaki ke desanya. Meski begitu, Aloy tidak sendirian. Beruntung ia ditemani oleh seorang pria yang menjadi mentor dalam hidupnya, bernama Rost.

Foto: screenshot detikINET

Sebagai seorang pelindung, Rost banyak mengajarkan hal kepada Aloy, mulai dari berburu, hingga bertahan hidup di tengah dunia yang diisi oleh mesin-mesin berbentuk hewan. Tak hanya berkeal panah, Aloy kecil juga mendapatkan alat bernama Focus.

Focus ini mirip dengan Google Glass atau mungkin alat yang dipakai oleh bangsa Saiyan. Dengan Fokus, Aloy mendapatkan berbagai macam informasi, mulai dari titik lemah binatang mesin, sampai informasi terkait apa yang terjadi di masa lalu.

Lantas bagaiamana dengan nasib Aloy? Apakah Aloy yang beranjak besar bisa diterima eksistensinya di suku? Dari mana mesin-mesin buas itu berasal? Jawabannya bisa Anda ketahui bila memainkannya.


Grafis Canggih

Dalam menciptakan Horizon Zero Dawn, Guerilla Games ternyata tidak menggunakan engine yang sudah ada atau mungkin engine yang dipakai di serial game Killzone dan ini menjadi nilai tambah. Guerilla Games justru menciptakan engine baru yang diberi nama Decima.

Sekadar informasi, engine ini menarik perhatian game designer Hideo Kojima dalam menggarap game Death Stranding. Decima sendiri sebenarnya turut dimanfaatkan oleh developer Supermassive Games sebagai pondasi dalam menggarap game Until Dawn.

Foto: screenshot detikINET

Harus diakui bahwa engine Decima berjalan dengan baik di game Horizon Zero Dawn. Selain menawarkan kualitas grafis yang bagus, framerate game berjalan stabil. Hal ini jelas berbanding terbalik dengan Until Dawn, di mana kami mendapati adanya penurunan framerate selama permainan.

Selain framerate yang berjalan stabil, tentu Horizon Zero Dawn juga menawarkan kualitas grafis yang mumpuni. Bahkan hampir setara dengan Uncharted 4 dan game sekelas dengan grafis ciamik.

Tekstur wajah karakter dibuat sangat rapih. Bahkan ekspresi ketika berbicara seolah melihat karakter manusia sungguhan. Hal ini berlaku baik di cutscene atau ketika bermain. Selain itu efek perpindahan cuaca yang dinamis pun patut diberi acungan jempol.

Perubahan cuaca dan pencayahaan mampu disodorkan dengan baik. Bahkan hal ini turut mempengaruhi karakter yang dimainkan. Semisal Anda berlari dalam hujan, maka percikan air yang ditimbulkan akan terlihat nyata. Suara becek genangan air ketika dilintasi dan akan mengering ketika cuaca sudah cerah. Aloy pun tak akan segan menengadahkan tangan seolah ingin mengetahui apakah hujan turun atau tidak.

Foto: screenshot detikINET

Karena Horizon Zero Dawn merupakan game open-world, maka sudah pasti peta yang dihadirkan sangat luas. Hal ini membuat kami sempat berpikir bagaimana menjelajah bila hanya mengandalkan kaki. Namun, hal ini terjawab di beberapa chapter, di mana Aloy bisa mengendalikan beberapa mesin untuk dijadikan tumpangan bak kuda sungguhan.

Walau suku utama yang ada adalah suku Nora, Horizon Zero Dawn juga menghadirkan beberapa suku lain yang menghuni dunia di dalam game, seperti suku Carja. Sejumlah wilayah mampu menampilkan ciri khasnya masing-masing, semisal ada wilayah yang tampil dengan cuaca dingin yang ekstrim, padang pasir, sabana, dan lain-lain.

Terakhir yang tak kalah menarik adalah pembentukan karakter mesin yang menurut kami sangat kreatif. Mesin dalam Horizon Zero Dawn terinspirasi dari beragam hewan yang ada, seperti kuda, banteng, hingga dinosaurus. Mereka dirancang seperti sebuah mesin yang rumit dengan kabel menjuntai, namun tetap mengindahkan estetika.

Perilakunya pun dibuat mirip dengan hewan yang Anda temui di dunia nyata. Mereka akan bersikap waspada ketika Anda dekati bahkan tak ragu untuk menyerang apabila mereka merasa terancam. Namun, adapula hewan yang akan menyerang begitu mengetahui kehadiran Anda.


Game Action dengan Sedikit Bumbu RPG

Foto: screenshot detikINET

Pada padasarnya Horizon Zero Dawn merupakan game action third-person. Hanya saja Guerilla Games di sini memberikan sedikit bumbu RPG (role-playing game). Namun, gameplay yang ditawarkan tidak bisa dianggap sebagai sebuah ide yang original seperti konsep ceritanya.

Bermain Horizon Zero Dawn membuat Anda akan langsung teringat dengan mekanisme yang ditawarkan di sejumlah game. Terutama karena tokoh utama adalah seorang wanita dan bersenjatakan busur, maka kami menyebut Horizon Zero Dawn mirip dengan Tomb Raider.

Di dunia yang luas ini, Anda dituntut untuk memanfaatkan lingkungan dengan beragam item yang ada. Seperti misalnya batang pohon untuk membuat anak panah atau tumbuhan herbal yang dipakai untuk menyembuhkan darah. Cara meng-crafting-nya pun mirip-mirip dengan game sebelah.

Foto: screenshot detikINET

Ada poin experience yang bisa Anda kumpulkan agar level karakter meningkat. Bilamana level meningkat, maka Anda akan mendapatkan Skill Points. Skill Points di sini terbagi menjadi tiga, yakni Prowler, Brave, dan Forger. Masing-masing kategori skill ini memiliki cabang yang cukup banyak.

Namun, Anda tak perlu terburu-buru, karena semuanya bisa Anda dapatkan seiring progress permainan berlangsung. Hanya saja, Anda perlu memutuskan kira-kira skill mana yang akan Anda pakai untuk menyesuaikan gaya permainan. Semisal Anda suka bermain secara sembunyi-sembunyi (stealth), maka Anda bisa mengaktifkan skill Prowler terlebih dahulu. Tapi bila menyukai gaya permainan Rambo, bisa menggunakan gaya permainan Brave.

Foto: screenshot detikINET

Dalam Horizon Zero Dawn, Anda juga akan menemukan NPC (non-playable character) yang siap menyediakan berbagai macam alat dan senjata bakal bekal Aloy bertahan di dunia luar. Hanya saja, karena peradaban menjadi mundur, maka tidak memerlukan uang. Yang ada hanyalah sistem barter dengan menggunakan item bernama shard.

Shard ini bisa didapatkan dengan mengumpulkan dari hewan mesin yang telah terbunuh atau kotak misterius yang tersebar di penjuru dunia. Dengan ini, Anda bisa membeli pakaian dan senjata. Oh iya, pakaian yang disediakan akan memiliki efek yang berbeda-beda, begitupula dengan senjata.


Opini detikINET

Foto: screenshot detikINET

Secara keseluruhan Horizon Zero Dawn mampu menawarkan permainan yang mengasyikkan sekaligus menantang. Konsep atau ide cerita yang disajikan benar-benar original, di mana manusia memiliki peradaban seperti manusia purba sementara di luar sana mesin dengan kecerdasan buatan tersebar di penjuru daerah.

Bila dilawan dengan menggunakan senjata modern mungkin mesin-mesin itu tidak ada apa-apanya. Namun, di Horizon Zero Dawn Anda menggunakan senjata-senjata tradisional, semisal busur. Tentu ini akan sedikit merepotkan dan membuat Anda harus jeli melihat titik kelemahan lawan.

Dari sisi grafis, dunia yang disodorkan sangat indah. Pemandangan mengagumkan dari matahari terbit sampai matahari terbenam disajikan dengan sangat mantap. Begitupula dengan perubahan cuaca yang lainnya. Pemandangan yang indah, tentu akan teramat sayang bila tidak diabadikan. Karenanya, Guerilla Games menghadirkan Photo Mode yang simple dan unik. Anda tak hanya bisa mengatur tingkat kecerahan dan bokeh, tapi juga bisa mengatur waktu yang diinginkan. Mau foto terlihat malam atau siang, terserah Anda.

Foto: screenshot detikINET

Dialog antar pemain tidak kaku, begitupula dengan ekspresi wajah. Memang tidak sedetail Until Dawn, namun tekstur wajah karakter cukup bisa membuat kami berdecak kagum. Kondisi lingkungan pun demikian, semisal aliran sungai yang mengalir hingga sinar matahari yang mampu menembus dari celah-celah pepohonan terlihat natural.

Sejumlah elemen khas game open-world ditampilkan dengan baik. Anda bahkan bisa berenang di sungai, hanya saja sayangnya tidak bisa menyelam lebih dalam. Menyelam dalam game ini hanya sebatas menyembunyikan Anda (stealth) dari musuh yang mengintai dan Anda akan diberi batas waktu. Karena kalau tidak maka karakter akan kehabisan napas.

Secara alur cerita, game ini juga asyik untuk diikuti. Bagaimana Aloy bisa terlahir dan tumbuh tanpa didampingi seorang ibu yang akhirnya membuat ia dimusuhi satu suku. Bagaimana mesin-mesin itu bisa berkembang biak dan manusia menjadi mundur perdabannya. Semua ini bikin gamer yang memainkannya penasaran.

Foto: screenshot detikINET


Dari segi kontrol dan gameplay juga asyik dimainkan. Mengarahkan anak panah dan mengayunkan tombak tidak terlalu sulit. Sehingga mengalahkan musuh yang dirasa mustahil pun akan terlaksana dengan mudah. (mag/mag)
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
Foto: screenshot detikINET
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed