Kamis, 20 Okt 2016 11:11 WIB

Situs Kompolnas Diusili

Herianto Batubara - detikInet
Foto: Situs resmi Kompolnas dihack (Istimewa) Foto: Situs resmi Kompolnas dihack (Istimewa)
Jakarta - Kapolsek Tangerang Kompol Effendi dan 4 orang anggotanya pagi tadi diserang membabi buta oleh seorang pemuda menggunakan golok dan benda menyerupai bahan peledak. Entah ada kaitannya atau tidak, pagi ini situs resmi Kompolnas juga tampak di-hack.

Dilihat detikcom, Kamis (20/10/2016) pukul 10.20 WIB, situs yang beralamat di www.kompolnas.go.id tampak berbeda. Saat dibuka, terdengar lagu 'Gugur Bunga' mengalun.

Di situs itu muncul lambang negara Indonesia Garuda Pancasila yang nampak diubah menjadi warna merah darah dengan background warna hitam. Di bawahnya ada pesan yang dimunculkan oleh pelaku. Begini isinya:

Ketika garuda kembali terluka karena provokasi mahluk durjana..
Ketika semboyan "Bhinneka Tunggal Ika" kembali terabaikan karena aksi oknum yang mengatasnamakan agama...
Ketika ayat ayat suci jadi bahan perdebatan oleh orang orang yang merasa memiliki surga..
Ketika perjuangan pahlawan kemerdekaan sudah dilupakan begitu saja oleh mereka yang merasa paling berjasa..

Tolong hentikan, tuan
Tolong hentikan kemunafikan ini, tuan...
Negaraku, bukan negara satu agama atau milik kelompok perusak adat budaya...

M2404-2016

Foto: Situs resmi Kompolnas dihack (Istimewa)


Dilihat kembali oleh detikcom pukul 11.26 WIB, situs resmi Kompolnas nampak down. Kompolnas sepertinya tengah melakukan penanganan atas hacking tersebut.

"Website sedang dalam perbaikan. Kami akan kembali lagi secepatnya," demikian tulisan di situs resmi Kompolnas.

Entah ada kaitannya atau tidak, namun pagi tadi Kapolsek Tangerang Kompol Effendi dan 4 orang anggotanya diserang saat bertugas di Pos Polisi Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Tangerang. Informasi yang diperoleh detikcom, pelaku penyerangan diketahui bernama Sultan Azianzah (22), warga Lebak Wangi, Kelurahan Sepatan, Tangerang.

Pelaku menyerang Kompol Effendi dan 4 orang anggotanya menggunakan golok dan benda diduga bahan peledak saat ditegur karena menempelkan stiker ISIS. Pelaku akhirnya dilumpuhkan dengan sejumlah tembakan. Dari tangan pelaku, polisi menyita beberapa benda, antara lain: 1 buah senjata tajam jenis pisau, 1 buah senjata tajam jenis badik, 1 buah sarung senjata tajam badik, 2 buah benda yang diduga bom pipa yang terletak di pinggir jalan dan di pinggir kali, 1 tas warna hitam, 1 buah sorban putih, serta 1 buah stiker yang menempel di Pos Lantas.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Martinus Sitompul menyebut, pelaku diduga pengikut ISIS. (hri/ash)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed