Lara Croft: Relic Run, Bukan Sekadar Lari-larian

Review Game Mobile

Lara Croft: Relic Run, Bukan Sekadar Lari-larian

M. Alif Goenawan - detikInet
Jumat, 12 Jun 2015 17:26 WIB
Halaman ke 1 dari 3
Jakarta - Geliat pasar game mobile yang semakin panas tentu membuat publisher maupun developer tergiur, tak terkecuali Square Enix. Publisher game ternama asal Jepang itu bahkan sudah lebih dulu terjun ke industri ini sejak beberapa tahun belakang.

Dimulai dari hanya merilis beberapa judul game yang diambil dari game-game lawasnya (remastered), semisal Final Fantasy series, lama kelamaan Square Enix mulai menciptakan game yang khusus dibuat hanya untuk perangkat mobile. Setelah beberapa waktu lalu kita sempat mendengar judul-judul, semisal Hitman Go, Heavenstrike Rivals, kini Square Enix menghadirkan Lara Croft: Relic Run.

Square Enix memang tahu betul strategi agar game mobile besutannya laris di pasaran. Ia pun mendapuk sosok jagoan wanita yang sudah terkenal seantero dunia, Lara Croft.

Kalau dahulu bisa dikatakan Lara Croft memang hanya terkenal di kalangan gamer. Tapi faktanya, setelah beberapa kali tampil di beberapa judul film -- yang diperankan oleh Angelina Jolie -- kini cewek cantik yang identik dengan rambut kuncirannya itu menjelma menjadi sosok yang cukup dikenal di luar kalangan gamer.

Square Enix sendiri telah memegang lisensi untuk game action-adventure Tomb Raider. Bersama dengan developer Crystal Dynamics, sedikitnya dua judul game (termasuk Rise of the Tomb Raider) telah digarap. Seolah tak hanya ingin ditujukan bagi gamer konsol yang notabene mayoritas, maka Square Enix pun membawanya ke pangsa pasar yang lebih luas lagi, lewat Lara Croft: Relic Run.

Game free to play yang mengusung konsep endless run ini sudah melenggang di pasar global sejak 25 Mei 2015. Game yang bisa diunduh secara gratis, namun tetap memiliki sistem in-app purchase itu rilis di tiga platform mobile, Android, iOS, dan Windows Phone yang dikatakan akan segera menyusul.

Penasaran dengan sepak terjang Lara Croft di game mobile, berikut review detikINET.

Halaman Selanjutnya
(ash/ash)