Boderlands merupakan sebuah game fiksi yang memadukan unsur FPS dengan game RPG. Bahkan sang pengembang game ini, Gearbox Software menyebut Boderlands adalan game Role-playing Shooter.
Wajar memang jika Gearbox menyebut demikian. Pasalnya, meski banyak aksi tembak menembak yang cepat, pemain juga akan merasakan unsur game RPG yang kental dalam game ini. Seperti levelling, atau bahkan sistem inventaris barang-barang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan ketika pemain mendapatkan poin untuk meningkatkan keahlian, poin tersebut dapat dialokasikan berdasarkan bakat karakter yang digunakan. Misalnya untuk karakter Berserker, yang mempunyai keahlian khusus di penggunaan senjata kelas berat. Poin-poin yang didapat bisa dialokasikan untuk meningkatkan kekuatan pukulan Berserker, memperluas efek peledak yang dibawanya, maupun meningkatkan ketahanan tubuh terhadap berbagai serangan.
Beragam Karakter yang Siap Digunakan
Diawal cerita, pemain bakal disodorkan 4 pilihan karakter yang dapat digunakan, antara lain:
Pertempuran Seru Namun Membosankan
Berserker
Salah satu karakter yang berperawakan paling besar, menyukai pertarungan jarak dekat serta ahli dalam menggunakan bahan peledak.
Lilith atau Siren
Satu-satunya tokoh wanita dalam Boderlands. Sebagai seorang Siren, Lilith dapat membuat dirinya tak terlihat atau bahkan melakukan Teleport ke dimensi lain. Keahliannya sangat cocok untuk menyelinap ke markas musuh.
Mordecai atau Hunter
Mordecai atau yang yang lebih dikenal dengan nama Hunter, memiliki keahlian menembak jarak jauh. Jadi tidak heran, jika sepanjang petualanganya ia akan selalu ditemani oleh senapan sniper dan revolver.
Roland atau Soldier
Roland merupakan satu-satunya karakter yang memiliki latar belakang didikan militer, ia sangat ahli menggunakan beragam jenis senjata api dan peledak. Bahkan yang paling istimewa dari karakter ini, ia dapat menyembuhkan lukanya ataupun rekan satu timnya.
Pertempuran dalam Borderlands tidak seperti kebanyakan game FPS lainnya, di sini pemain akan memerlukan banyak strategi untuk melakukan penyerangan. Misalnya, setiap karakter lawan akan memiliki titik lemah tertentu yang bisa dimanfaatkan.
Manusia, sebagai contoh, sangat rentan dengan tembakan di kepala. Lalu untuk Skags--binatang yang menyerupai anjing-- mempunyai titik lemah ketika ia sedang membuka mulutnya yang lebar.
Uniknya lagi, pemain juga tidak akan langsung mati jika sudah kehabisan 'darah' melainkan akan mendapatkan kesempatan kedua untuk bertahan hidup. Namun sayangnya, kebanyakan misi dilakukan di tempat yang sama dengan musuh yang serupa pula, sehingga akan terasa membosankan untuk memaingkan game ini berlama-lama. Paling tidak itulah yang detikINET rasakan ketika memainkan game ini.
Hal tersebut makin diperparah dengan sistim Artificial intelligence (AI) yang bodoh. Pemain akan mudah sekali menghapal dari arah mana para bandit tersebut akan datang, sehingga sama sekali tidak memberikan tantangan yang berarti.
Secara keseluruhan Borderlands memang salah satu game aksi yang menghibur, hadir dengan beragam perbedaan yang membuat game ini layak untuk dimainkan. Terlebih lagi jika pengguna menggunakan sistem komputer yang mumpuni. Dijamin, gamer bakal tercengang dengan kualitas visual yang disajikan.
Kelebihan:
+ Perpaduan sistem permainan yang pas
+ Alur cerita cukup menarik
+ Grafis ciamik
Kekurangan:
- Beberapa misi cenderung membosankan
- AI mudah ditebakΒ Β Dalam mereview game ini, detikINET menggunakan sistem berbasis Prosesor Intel Core i7 965, Intel DX580SO, Digital Alliance GTX 260, Corsair HX1000W, Corsair Dominator 6GB kit dan sistem operasi Windows 7.Β Β Β
(eno/wsh)