F.E.A.R. 2: Project Origin dimulai beberapa saat sebelum bom nuklir diluncurkan pada bagian akhir dari game F.E.A.R. sebelumnya. Tokoh utama adalah Sersan Michael Beckett dari sebuah pasukan khusus bernama Delta Force.
Pada awal game, Beckett mengemban misi untuk menangkap Genevieve Aristide, Presiden dari perusahaan bernama Armacham Technology Corporation (ATC). ATC adalah perusahaan fiksi dalam seri F.E.A.R. yang mencoba mengunakan kemampuan supranatural ke dalam teknologi militer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ledakan nuklir yang terjadi di awal F.E.A.R. 2 membuat Beckett tak sadarkan diri dan tergapar di rumah sakit. Di dalam ketidaksadarannya itu ia dijadikan sebuah percobaan oleh ATC dengan memberikan sesuatu yang disebut hyper reflexes.
Alhasil, sang sersan memiliki banyak kemampuan luar biasa seperti tokoh utama dalam game F.E.A.R. Salah satu kemampuan Beckett adalah bergerak sangat cepat sehingga gerakan karakter lain tampak begitu lambat (slowmotion), hal ini akan sangat berguna ketika pemain dikepung oleh sekelompok pasukan. Selain itu, percobaan itu membuat Becket memiliki kemampuan pananormal sehingga ia dapat berkomunikasi denganΒ Alma.
Lebih Banyak Rasa Takut
Dalam F.E.A.R. 2 pemain akan sering kali menjumpai 'penampakan' yang disertai suara-suara aneh yang memilukan. Beberapa mahluk aneh pun kerap muncul dengan sangat mengagetkan bagaikan film horor.
Adanya kejutan-kejutan itu ditambah mayat-mayat yang bergelimpangan dan darah di berbagai penjuru ruangan membuat suasana horor tak bisa dihindari. Apalagi didukung dengan musik latar dan efek suara yang digunakan, bisa membuat bulu kuduk pemain merinding.
Saran detikINET, cobalah memainkan game ini menggunakan headphone dan dalam ruangan berpenerangan minim atau gelap sama sekali. Penampakan sosok hantu perempuan tak berbusana dengan diiringi suara rintihan yang memilukan dijamin membuat pemain ketakutan.
Perubahan dari Sebelumnya
Monolith selaku pengembang game F.E.A.R. tampaknya tidak melakukan perubahan besar dalam F.E.A.R. 2. Misalnya soal engine yang digunakan, game ini masih menggunakan engine game yang sama dengan sebelumnya yakni Lithtech: Jupiter EX. Penggunaan engine yang sama erarti tidak ada peningkatan yang signifikan baik dari segi grafis ataupun Artificial Intelligence (AI).
Β
Meski demikian, ada beberapa hal yang cukup menyenangkan dalam F.E.A.R. 2. Salah satunya, kini pemain dapat menunggangi sebuah robot yang lengkap dengan persenjataan. Karakter utama pun mendapat gerakan tambahan, seperti meluncur atau merubuhkan sesuatu untuk berlindung. Walaupun perlindungan tersebut dapat dikatakan tidak terlalu berguna.
Β
Secara keseluruhan F.E.A.R. 2 tidak berbeda jauh dengan seri sebelumnya, baik untuk kualitas grafis ataupun kemampuan AI. Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa F.E.A.R. 2: Project Origin membawa rasa takut yang lebih besar dari seri sebelumnya. Belum lagi cerita latar game ini yang bakal membuat gamer penasaran.
Β
Kelebihan
+ Penuh adegan menakutkan
+ Berperang menggunakan robot merupakan salah satu aspek yang menarik.
+ Efek suara yang digunakan cukup membuat pemain merasa ketakutan.
Β
Kekurangan
- Grafis dan AI tidak mengalami peningkatan yang berarti.
- Selalu ada jeda waktu ketika 'Autosave'.
Judul: F.E.A.R. 2: Project Origin
Pengembang: Monolith
Penerbit: Warner Bros Interactive Entertainment
Platform: PC (juga tersedia di Xbox 360 dan PlayStation 3)
(eno/wsh)