Pilih-pilih Kamera Saku Sesuai Budget & Kebutuhan

Tips Fotografi

Pilih-pilih Kamera Saku Sesuai Budget & Kebutuhan

Ari Saputra - detikInet
Rabu, 20 Jul 2016 11:21 WIB
Foto: detikINET/Ari Saputra
Jakarta - Harga kamera saku saat ini sudah melebihi pengertian spesifik yang murah dan terjangkau. Beberapa merek menawarkan harga yang bisa bersanding dengan kamera mirrorless bahkan DSLR profesional.

Misalkan Canon G5X dibandrol Rp 8 jutaan atau setara dengan mirrorless Sony A6000. Begitu pula kamera saku Fujifilm X100 T yang masih bertengger di angka Rp 14 jutaan. Padahal dengan menambah Rp 2 jutaan sudah dapat membawa pulang kamera DSLR seperti Nikon D7200 atau mirrorless Olympus OMD E-M10.

Untuk menghindari kebingungan itu biasanya dikembalikan pada persoalan kebutuhan, fitur maupun teknologi yang ditawarkan. Namun di luar itu ada alasan yang lebih rasional yakni budget yang terbatas.

Berikut gambaran kamera saku untuk terhindar dari kegalauan.

1. Kamera saku pemula dengan harga di bawah Rp 5 jutaan. Apa yang bisa diperoleh dengan kamera saku dengan harga kurang dari Rp 5 juta? Secara teknologi, memang belum maksimal. Anda masih sulit bermain low light, slow speed atau menangkap adegan-adegan super cepat.

Memotret selfie di dalam ruang kafe pun masih cukup merepotkan. Termasuk untuk memotret close-up bakal memerlukan kerja keras dan ekstra hati-hati. Sebab, close up hanya bisa dilakukan dengan zoom lensa yang berpotensi shake (goyang). Kalau tidak di-zoom, wajah akan terdistorsi dan sedikit membuat pipi lebih tembem akibat lensa lebar pada lensa kamera saku.

Namun dengan keterbatasan tersebut justru lebih lebih fokus pada urusan fotografi. Anda dapat menonjolkan permainan komposisi atau sampai benar-benar mendapatkan pencahayaan alami yang melimpah (siang hari) atau pada saat golden time (pagi atau sore hari).

Seperti pada contoh sunset di Ombak Tujuh Ujung Genteng. Foto tersebut menggunakan kamera saku di bawah Rp 5 juta namun tetap mewah. Kuncinya cukup memaksimalkan gonden time yang bisa dilakukan siapa saja.
Matahari sore di Ombak Tujuh, Ujung Genteng yang dihasilkan dari kamera saku di bawah Rp 5 juta. (Ari Saputra/detikcom)

2. Kamera saku pada kisaran Rp 5 juta - Rp 10 juta. Kamera saku pada level ini sudah bisa diandalkan dan jauh lebih baik dari sebelumnya. Teknologi kamera dan lensa sudah memudahkan pemotretan. Zooming lensa tak lagi mengkhawatirkan karena beberapa prosuden sudah menanamkan teknologi anti goyang.

Peningkatan teknologi diharapkan berbanding lurus dengan kualitas fotografi yang diperoleh. Gambar lebih tajam dan kemampuan merekam dengan detail, hidup dan dramatis. Fotografer lebh bebas memilih foto yang dihasilkan karena menjanjikan variasi, unsur dinamis dan tidak terbatas pada alasan-alasan teknis seperti ISO maupun diafragma lensa.

Dengan bantuan tripod, kamera pada rentang harga ini mulai bisa bermain low light atau slow speed. Kondisi temaram (low light) juga sudah bisa diatasi dengan lebih rileks karena kemampuan ISO yang menunjang. Ketajaman warna dan gambar sudah patut diandalkan. Momen-momen spesial dan sekelebatan mulai dapat tertangkap dengan apik.

Persoalannya, kendati kualitasnya sudah lebih baik namun masih dianggap oleh sebagian kalangan belum meyakinkan. Biasanya masih tergiur dengan pilihan mirrorless atau DSLR --- baik alasan teknologi, desain maupun kemampuan kamera saku yang tidak bisa gonta-ganti lensa.

Jika terjebak pada kerisauan tersebut, buatlah skala prioritas dari kebutuhan yang diinginkan. Jika ingin mengejar kualitas lensa dengan kemampuan yang bisa digonta-ganti, maka seri mirrorless maupun DSLR menjadi pilihan menarik.
Foto dari kamera saku di bawah Rp 10 juta sudah bisa bermain efek bokeh. (Ari Saputra/detikcom)

Hanya saja, berencana menambah lensa untuk mirrorless atau DSLR artinya harus memiliki budget tambahan. Perlu menabung dalam waktu tertentu untuk bisa memaksimalkan keunggulan mirrorless/DSLR yakni gonta-ganti lensa --- meski lensa kit keduanya sudah terbilang baik.

Nah, jika belum terpikirkan membeli lensa tambahan maka tak ada salahnya untuk melirik kamera saku dengan budget yang sepadan. Beberapa merek sudah menawarkan sensor, prosesor dan lensa yang tidak kalah menarik. Kemampuan koneksi ke smartphone --- biasanya untuk mengunggah hasil foto ke media sosial --- dapat menjadi alasan tersendiri.

3. Kamera poket premium di atas Rp 10 juta. Saat ini banyak kamera saku dengan harga fantastis. Berbanding lurus dengan itu, teknologi yang ditanamkan tidak mengecewakan. Beberapa pabrikan menjanjikan sensor, lensa maupun prosesor yang tak jauh berbeda dengan kamera DSLR/mirrorless high end.

Dengan harga yang tidak murah, Anda bisa mengoleksinya sebagai kamera kedua atau ketiga setelah memiliki kamera mirrorless atau DSLR impian. Sehingga memiliki kamera saku premium lebih dari sekadar alasan kepraktisan. Bisa dikatakan lebih kepada motif personal dan pengalaman individu yang sangat spesifik.
Dengan cahaya maksimal pada pukul 11 siang di pantai seperti ini, kamera saku sudah bisa merekam adegan dengan baik. (Ari Saputra/detikcom)

Pun demikian, jika ingin mengoleksinya sebagai kamera pertama, kamera saku diatas Rp 10 jutaan tersebut dijamin tidak bakal mengecewakan. Sebab, teknologi yang disertakan dapat melayani hampir semua imajinasi visual dan kebutuhan fotografi secara praktis. Dari streetphotography, human interest, traveling, model, portrait atau dokumenter.

Bahkan untuk lowlight sudah bisa ditaklukan dengan ISO tinggi pada lensa yang tajam dan akurat. Mode Manual dan fitur tambahannya membuat kamera saku yang tidak murah tersebut benar-benar pilihan menarik saat ini. (Ari/ash)