Ayo Melatih 'Indra Keenam' Lewat Pola Fotogenik

Tips Fotografi

Ayo Melatih 'Indra Keenam' Lewat Pola Fotogenik

Ari Saputra - detikInet
Selasa, 26 Apr 2016 10:11 WIB
Deretan jendela hotel yang berbaris rapih membentuk persepsi spasial. (Foto: detikINET/Ari Saputra)
Jakarta - Profesor psikologi dari Rider University, New Jersey John Suller pernah meneliti dampak foto pattern seperti deretan jendela apartemen atau jajaran pohon di hutan. Ia katakan bahwa fotografi pattern menyulap ide tentang ketertiban, formalitas, kepastian, ketegasan, efisiensi, prediktabilitas, akurasi, presisi, dan kesempurnaan seperti dalam konsep Plato.

"Orang yang menganut rasionalitas, logika, dan organisasi lebih tertarik terhadap foto-foto dengan pola seperti itu," kata John Suller dalam Photographic Psychology: Image and Psyche, 2013.

Untuk menemukan semangat tersebut bisa dimulai dengan membuat daftar pattern yang ditemui sehari-hari. Pilah dalam dua pattern utama: pola buatan manusia seperti deretan jendela dan pola yang asli dari alam seperti jejeran dedaunan.  

Misalkan jajaran telur atau yogurt saat membuka rak kulkas di pagi hari. Deretan apel atau ikan segar yang hadir sekonyong-konyong saat belanja di pasar. Deretan dinding kaca atau kubikel yang berjajar rapih penuh disiplin di kantor.

Oh iya, supaya lebih fotogenik, carilah pola yang berulang yang relatif banyak.  Semakin banyak pattern-nya, semakin terlihat kolosal dan menarik. Misalkan 10 orang berbaris dengan 100 orang tentu berbeda bukan?
Kolase foto yang menunjukan pattern mudah dijumpai dalam rutinitas sehari-hari. (Ari Saputra/detikcom)

Kedua, setelah membuat daftar yang kira-kira mempunyai pattern yang khas dan mudah ditemui jepretlah dengan komposisi yang menyegarkan dan tidak membosankan.  Bisa memotret diagonal, vertikal atau horizontal. Komposisi rule of thirds juga layak dipraktikan guna memperkuat foto bergaya pattern ini.

Ketiga, tunggulah cahaya terbaik jika pattern tersebut berupa bidang 3 dimensi seperti jendela pada gedung apartemen. Bersabar sampai mendapatkan sinar matahari sampai agak miring. Saat itu cahaya samping akan memberi persepsi spasial dengan apik. Foto yang dihasilkan dijamin lebih powerful dan meyakinkan.

Keempat, tempatkan subjek di antara pattern untuk memecah kebisuan atau menghindari suasana monoton. Akan lebih bagus jika subjek tersebut mempunyai warna atau pola berbeda dari pattern di sekelilingnya sehingga lebih menonjol, kontras dan bertenaga.
Celengan kaleng yang diangkat tinggi-tinggi oleh ratusan siswa dalam sebuah kampanye sosial membentuk pola visual yang menarik. (Ari Saputra/detikcom)

Kelima, berlatihlah terus setiap hari dengan rileks untuk meningkatkan kepekaan mata melihat pattern. Lakukan sampai pada suatu titik indra fotogenik Anda menjadi 'indra keenam' yang mahir menangkap pattern dalam hitungan detik.

Pada fase itu, fotografer dapat mentranformasikan kemampuan spasialnya dalam foto-foto yang diinginkan. Dapat bertujuan propaganda seperti pada foto-foto politik dapat pula untuk kampanye sosial, traveling atau sekedar foto sehari-hari yang fun dan jauh dari kesan serius.

Selamat mencoba.

Megastruktur Garden by the Bay Singapura mempunyai pola unik yakni ribuan segi empat baja ringan yang membentuk kubah kaca. (Ari Saputra/detikcom)
(Ari/ash)