Fuji XT-3, Peningkatan Fitur Signifikan Kamera Generasi Ke-3

Fuji XT-3, Peningkatan Fitur Signifikan Kamera Generasi Ke-3

ADVERTISEMENT

Review

Fuji XT-3, Peningkatan Fitur Signifikan Kamera Generasi Ke-3

Enche Tjin - detikInet
Rabu, 09 Jan 2019 17:35 WIB
Fujifilm X-T3. (Foto: Dok. Enche Tjin)
Jakarta - Fujifilm X-T3 adalah seri kamera mirrorless canggih yang diluncurkan di tahun 2018. Kinerja X-T3 meningkat dari kamera pendahulunya karena mengunakan sensor dengan arsitektur baru yaitu BSI X-Trans 26MP berformat APS-C.

Sensor ini didukung dengan prosesor yang baru juga, yang memungkinkan peningkatan kinerja menjadi 11 foto per detik dan 20 foto per detik dalam mode ES (electronic shutter). Kinerja video juga meningkat menjadi 4K 60p dengan 10 bit data.

Dibandingkan seri Fuji X-T sebelumnya, versi ketiga ini memiliki jendela bidik yang lebih besar dengan refresh rate yang lebih baik. Penyebaran titik/area fokus juga lebar, menjangkau sampai tepi-tepi frame foto.


Perbandingan ukuran XT-3 dengan X-T20. Masing-masing dengan lensa Fuji 16mm f/1.4 dan 27mm f/2.8.Perbandingan ukuran XT-3 dengan X-T20. Masing-masing dengan lensa Fuji 16mm f/1.4 dan 27mm f/2.8. Foto: (Dok. Enche Tjin)


Desain

Fujifilm X-T3 memiliki desain pengaturan seperti kamera film, artinya terdapat roda (dial) untuk mengubah shutter speed, ISO, dan kompensasi eksposur di bagian atas kamera. Ada tuas untuk mengganti mode metering, mode autofokus, dan drive mode. Juga banyak tombol-tombol untuk mengganti setting kamera yang bisa di program.

Tata letak tombol di kamera Fuji X-T3 ini sangat mirip dengan X-T2, hanya saja X-T3 sedikit lebih tinggi karena memiliki headphone jack di bagian kiri kamera. Sedangkan di X-T2 videografer perlu memasang grip untuk mendapatkan akses headphone jack. Berat kamera hanya bertambah sekitar 30 gram menjadi 539 gram, sudah dengan baterai dan memory card.

Banyaknya roda kendali (ada yang bertumpuk) dan tombol memanjakan fotografer berpengalaman untuk mengganti setting dengan cepat.Banyaknya roda kendali (ada yang bertumpuk) dan tombol memanjakan fotografer berpengalaman untuk mengganti setting dengan cepat. (Foto: Dok. Enche Tjin)


Kinerja

Dengan processor baru, sensor baru, autofokus dengan lensa yang cocok akan sangat cepat, contohnya dengan lensa fix 50mm f/2 sangat cepat, tapi dengan lensa 16mm agak sedikit lebih lambat tapi masih relatif cepat. Kinerja autofokus untuk mengikuti subjek bergerak juga sudah sangat cepat dan akurat. Saat memotret subjek bergerak seperti acara lomba tari di Idefest, saya tidak menjumpai kesulitan untuk mengikuti gerakan penari utama.

 ISO 1250. ISO 1250. (Foto: Dok. Enche Tjin)


Fuji X-T3 mengunakan baterai yang sama dengan kamera Fuji X-T sebelumnya yang menurut tes CIPA bisa untuk 260-370 foto tergantung dari gaya penggunaan, jika lebih banyak mengunakan jendela bidik, baterai lebih boros. Juga tergantung setting performance boost. Jika diaktifkan, kinerja kamera terasa lebih cepat tapi baterai lebih cepat habis.

Dalam praktiknya, jika banyak mengunakan burst shooting (foto berturut-turut), baterai full charge bisa mencapai 500-600 foto. Bagi fotografer profesional yang memotret terus menerus seperti untuk dokumentasi, sebaiknya menyiapkan baterai cadangan secukupnya.

Layar LCD sudah mendukung touchscreen, yang bisa digunakan untuk menentukan fokus, dan mengganti setting di Quick menu dan memeriksa hasil foto, tapi di dalam menu utama belum bisa. Dalam pengalaman mencoba, layar sentuh sangat membantu, tapi sayangnya tidak begitu responsif, artinya mesti agak ditekan ada sedikit jeda.

Salah satu kelebihan Fuji X-T3 seperti di X-T2 adalah layarnya bisa ditekuk saat memotret dengan orientasi vertikal, dan orientasi tulisan di layar juga menyesuaikan.Salah satu kelebihan Fuji X-T3 seperti di X-T2 adalah layarnya bisa ditekuk saat memotret dengan orientasi vertikal, dan orientasi tulisan di layar juga menyesuaikan. (Foto: Dok. Enche Tjin)


Bagi yang suka memotret dengan jendela bidik, kadang hidung bisa menyentuh layar dan mengganti setting secara tidak sengaja, oleh sebab itu, ada pilihan untuk me-non aktifkan sebagian atau keseluruhan bidang layar.

Area touchscreen bisa dibatasi saat mengunakan jendela bidik. Tujuannya supaya tidak tersentuh dan tidak sengaja mengganti area fokus/setting kamera.Area touchscreen bisa dibatasi saat mengunakan jendela bidik. Tujuannya supaya tidak tersentuh dan tidak sengaja mengganti area fokus/setting kamera. Foto: Dok. Enche Tjin


Kualitas gambar

Kualitas gambar yang dihasilkan kamera Fuji X-T3 dengan lensa 16mm f/1.4 dan 50mm f/2 tajam dan dapat menangkap detail dengan baik, juga di kondisi yang agak gelap seperti untuk memotret di panggung dengan ISO tinggi (1600-6400).

Seperti kamera Fuji lainnya, fitur film simulation juga tersedia (total 16 mode) dan menyenangkan untuk digunakan. Velvia membuat warna dan kontras foto tinggi, cocok untuk merekam warna langit saat senja, Classic Chrome menurunkan saturasi warna memberikan kesan foto di jaman film, cocok untuk menggambarkan suasana yang sendu. ACROS menghasilkan warna monokrom/hitam putih yang kontras dan Eterna cocok untuk merekam video untuk memberikan kesan cinematic.

Dynamic range kamera juga cukup baik. Saat memotret di kondisi foto yang kontras bisa menggelapkan daerah yang terang dan menerangkan daerah gelap dengan baik dan relatif minim noise/artefact.

Pilihan film simulation.Pilihan film simulation. (Foto: Dok. Enche Tjin)

Uji ISO tinggi (6400).Uji ISO tinggi (6400). Foto: Dok. Enche Tjin

Crop 100% dari foto diatas.Crop 100% dari foto di atas. Foto: Dok. Enche Tjin

Uji dynamic range dengan editing file RAW (Lightroom).Uji dynamic range dengan editing file RAW (Lightroom). (Foto: Dok. Enche Tjin)

ACROS, foto oleh Erwin Mulyadi.ACROS. (Foto: Dok. Erwin Mulyadi)

Classic Chrome.Classic Chrome. (Foto: Dok. Erwin Mulyadi)

Velvia.Velvia. Foto: Dok. Enche Tjin


Kesimpulan

Fuji X-T3 yang telah memasuki generasi ketiga, jadi sudah cukup matang karena di setiap generasi ada perbaikan dan pembaharuan yang cukup signifikan. Perkembangan kamera ini tercermin dari kualitas gambar dan kinerja kamera yang semakin bagus dan saat ini merupakan kamera dengan fitur terbaik di kelas APS-C.

Meskipun sudah kaya fitur, ada dua hal masih bisa ditingkatkan kedepannya, misalnya built-in stabilization yang sangat membantu untuk videografer amatir dan kualitas touchscreen layar kamera.

Fuji X-T3 cocok untuk berbagai jenis fotografi dari dokumentasi, portrait, fotografi aksi, sport dan wildlife. Videografer juga akan senang dengan fitur video-nya karena X-T3 sudah mendukung perekaman video profesional. Maka dari itu, kami tidak ragu menyarankan kamera ini untuk fotografer amatir serius atau semi-profesional.

Provia.Provia. (Foto: Dok. Enche Tjin)

Fuji XT-3 Foto: Dok. Enche Tjin



Kelebihan Fuji X-T3

  • Kinerja kamera terutama autofokus cepat
  • Banyak pilihan kustomisasi setting kamera
  • Kualitas gambar sangat baik meski di kondisi gelap/ISO tinggi
  • Resolusi video yang tinggi dengan crop minimal dan 10 bit internal recording, 120fps slow motion saat merekam full HD
  • Mode 1.25x crop (16.6MP) dengan kecepatan foto 20 foto per detik dan buffer 64 jpg
  • Bisa di charge dengan powerbank via kabel USB
  • Layar bisa diputar untuk orientasi landscape dan portrait
  • Banyak roda kendali (dial) dan tombol untuk mengganti setting dengan cepat

Kelemahan Fuji X-T3

  • Tidak ada built-in stabilization seperti di Fuji X-H1
  • Touchscreen kurang responsif dan terbatas (tidak bisa untuk navigasi menu)
  • Tidak ada built-in flash
  • Layar tidak bisa diputar kedepan untuk memudahkan selfie

Spesifikasi Fujifilm X-T3

  • 26.1MP APS-C X-Trans BSI CMOS 4 Sensor
  • X-Processor 4 with Quad CPU
  • UHD 4K60 Video; F-Log Gamma & 10-Bit Out
  • 4K 60p crop 1.18x, 4K 30p no crop
  • 2.16m-Point Phase-Detection Autofocus
  • 0.75x 3.69m-Dot OLED Viewfinder
  • 3.0" 1.04m-Dot Tilting LCD Touchscreen
  • Extended ISO 80-51200, 30 fps Shooting
  • Bluetooth and Wi-Fi; Sports Finder Mode
  • Weather-Sealed Magnesium-Alloy Body
(jsn/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT