EM-1 Mark II, Mirrorless Rp 30 Juta dari Olympus

EM-1 Mark II, Mirrorless Rp 30 Juta dari Olympus

Ari Saputra - detikInet
Kamis, 01 Des 2016 17:29 WIB
Foto: detikINET/Ari Saputra
Jakarta - Kamera mirrorless Olympus OM-D E-M1 Mark II yang mampu menjepret hingga 60 foto per detik mendarat di Indonesia. Hanya saja kamera dengan kekuatan 20 MP tersebut baru bisa sampai ke tangan pembeli pada pertengahan Desember nanti.

"Sekarang belum ada di market, nanti pertengahan Desember," kata Marketing Manager Olympus Sandy Candra saat peluncuran OM-D E-M1 Mark II di Citywalk, Jakarta, Kamis (1/12/2016). Selain Sandy Candra hadir juga Olympus Regional Product Specialist Quetffen Lai.

Sebelumnya, OM-D E-M1 Mark II sudah dikenalkan di ajang Photokina 2016 di Jerman, September lalu. Seri tertinggi dari Olympus ini memang sudah dinanti-nanti pecinta fotografi karena kemampuan speednya yang mencapai 60 foto per detik (fps) pada single auto focus.

Quetffen Lai menyatakan kemampuan memotret super cepat itu jadi keunggulan utama OM-D E-M1 Mark II. Bahkan, kekuatan 60 fps berani diadu dengan seri DSLR profesional seperti Canon 1DX Mark II atau Nikon D5. Sebagai catatan, kedua seri DSLR merupakan DSLR paling tinggi dengan harga lebih dari 2 kali OM-D E-M1 Mark II namun terbatas pada 14 fps.
EM-1 Mark II, Mirrorless Rp 30 Juta dari OlympusFoto: detikINET/Ari Saputra

"Kekuatan mirrorless ini sudah jauh lebih bagus dari DLSR. 6 tahun lalu, grafik (kecepatan) kami ada di bawah DLSR. Sekarang melampaui," kata Quetffen Lai sambil menunjuk layar presentasi yang menunjukan grafik dan perbandingan dengan kamera DSLR profesional.

Rahasia kecepatan itu, kata Quetffen Lai berada di teknologi True Pic VIII New Dual Core Prosesor yang mampu bekerja hingga 3,5 kali lebih cepat dari seri sebelumnya E-M1.

"Kamera ini untuk fotografer yang membutuhkan speed dalam pekerjaanya, wild life, photo jurnalis dan independen film maker," tukas Quetffen Lai menyebut keunggulan kamera video OM-D E-M1 Mark II yang sudah berkemampuan 4K.

Olympus menambahkan mode 'Pro Capture' yang bisa secara otomatis mulai mengambil gambar dengan resolusi penuh ketika tombol shutter ditekan separuh. Tidak itu saja system AF E-M1 Mark II memiliki 121 titik cross-type dengan phase detect on-sensor, tersebar lebih luas dari pendahulunya.

Untuk video dapat merekam video 4K, termasuk aspek rasio yang lebih luas 'DCI' Cinema 4K sampai dengan 236mbps. Sebuah EVF direvisi bekerja dalam 120fps dengan waktu respon 6ms.

Dengan kemampuan tinggi tersebut, kamera berdesain retro ini dibanderol pada kisaran Rp 30 juta. Namun pengguna dijamin memperoleh kepuasan dengan detail dan kekuatan E-M1 Mark II serta pilihan lensa variatif dari pabrikan asal Jepang ini.

Untuk meyakinkan, Olympus pun memamerkan karya fotografer Darwis Triadi dan Hary Subastian yang sudah mencoba OM-D E-M1 Mark II. Termasuk hasil jepretan 60fps yang dicetak dipajang ke-60 frame tersebut untuk memastikan hasil kecepatan E-M1 Mark II. (Ari/fyk)