Pernah melihat foto-foto dengan begitu banyak ruang kosong? Biasanya subyek ceritanya dibuat mungil, tidak lebih dari sepertiga dari keseluruhan frame. Selebihnya hanya elemen kosong seperti tembok putih ataupun dedaunan pohon.
Sepintas, foto-foto tersebut terasa sederhana dan tidak efektif menggunakan ruang. Sangat berbeda pada foto pada umumnya yang dipadati oleh elemen foto seperti detil dan tekstur.
Tak ayal, foto dengan gaya komposisi ini kerapkali menimbulkan pertanyaan karena dianggap mubazir membiarkan lebih dari separuh frame kosong melompong. Benarkah?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski terlihat sepele, ternyata membuat komposisi bidang kosong (negative space) ini tidak sederhana. Naryskin perlu beberapa kali berfikir untuk membuat negative space. Terutama soal keseimbangan komposisi, seberapa banyak ruang kosongnya. Dan yang terpenting tidak adanya detil dalam negative space tersebut.
Wisatawan di pantai Kuta Bali mengambil porsi ruang sangat sedikit. Lebih dari sepertinya dibiarkan kosong (negative space) dan hanya diisi oleh elemen langit. (Ari Saputra/detikINET)
Atlit olahraga ekstrim asal Australua Joel Brown dijepret dengan komposisi negative space saat beraksi di Shanghai. (Carlos Barria/Reuters).
"Menambah atau mengambil negative space dalam frame kamera akan mempengaruhi elemen lain dalam foto. Perlu berhati-hati karena akan berpengaruh pada besar-kecilnya subjek cerita. Saya biasanya akan menambahkan beberapa elemen bila saya anggap ruang kosong itu terlalu berlebihan dan tidak seimbang dengan subjek," tandasnya.
Pendekatan negative space juga banyak dipakai beberapa fotografer dalam negeri baik profesional maupun amatir. Biasanya dengan alasan untuk menonjolkan subjek cerita. Sehingga elemen lain bisa 'dibuang' baik dengan teknik Depth of Field (DoF) yang besar maupun sesuai kondisi di lapangan.
"Basiknya sih minimalis. Karena akan membuat point of interest (subjek cerita) lebih menonjol (stand out)," ujar Ayomi Amindoni, jurnalis di sebuah surat kabar yang hobi memotret dengan gaya negative space ini.
Ayomi pun tidak merasa sia-sia harus membuang separuh lebih frame untuk elemen kosong seperti langit putih atau dinding kusam. "Namanya juga minimalis. Less is more. Konsep sederhananya seperti itu supaya PoI-nya efektif," kata pengguna Fuji X100s tersebut.
(Ari/ash)