Tak banyak perbedaan antara X-T1 Graphite Silver Edition dengan pendahulunya selain perubahan warna bodi kamera yang disebut oleh Fuji lebih premium, dan maksimal shutter speed yang mencapai 1/32.000s.
Namun lain halnya dengan X100T, ini adalah kamera compact premium yang menggunakan sensor APS-C X-Trans CMOS II dengan lensa fix 23mm F/2, yang setara dengan lensa 35 mm di kamera full frame.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan teknologi ini, pengguna bisa mengatur fokus secara manual dalam mode optical viewfinder (OVF), sementara di X100S, hal tersebut cuma bisa dilakukan dalam mode electronic viewfinder (EVF).
Efek paralax pun bisa diminimalisir dengan framing yang dilakukan oleh hybrid viewfinder tersebut.
Fuji juga membenamkan film simulation filter baru yang bernama Classic Chrome, yang bisa menghasilkan foto dengan tingkat saturasi lebih rendah. Fuji mengklaim filter ini cocok digunakan di foto dokumenter.
Filter film simulasi anyar ini juga tersedia di X-T1 Graphite Silver Edition, dan akan tersedia di X-T1 generasi pertama melalui pembaruan firmware yang akan diberikan pada bulan Desember mendatang.
Kedua kamera ini akan dirilis pada pertengahan November 2014 dengan harga Rp 18,5 juta untuk X-T1 Graphite Silver Edition bodi only, dan Rp 15 juta untuk X100T.
(asj/ash)