Ia menyatakan tertantang. Bukan karena bakal melihat perempuan-perempuan seksi tanpa baju. Melainkan cewek-cewek Lust Lady bakal manggung untuk terakhir kali sebelum klub tersebut tutup untuk selamanya, setelah 40 tahun mewarnai kota San Fransisco.
"Klub tersebut sangat sibuk setelah ada pengumuman Lust Lady bakal berhenti beraktivitas. Saya hampir tidak bisa memotret. Mereka meminta saya untuk tetap menghormati semua orang yang di sana. Tantangan itu saya terima," kata Stephen Lam seperti dikutip dari Reuters.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada pekan-pekan terakhir sebelum penutupan, saya kesulitan menghubungi pengelola. Tetapi akhirnya mendapat lampu hijau dua hari sebelum penutupan," ucap Stephen.
Di malam terakhir itu, suasananya sangat mengharukan. Stephen melihat para penari tampil dengan emosional. Beberapa penari lain seperti peniru Michael Jackson sempat mampir dan ikut menyumbangkan tariannya.

"Para penari membuat acara perpisahan dengan kafe-kafe di sebelahnya, menyapa satu pe rsatu dengan bertelanjang dada. Saat mendekati menit-menit terakhir di klub, emosi dalam ruangan itu sangat terasa. Para penari telanjang memberikan pertunjukan terbaik sebelum meninggalkan klub. Mereka saling berpelukan sebelum berpisah," tulis Stephen.
Untuk kebutuhan fotografi, Stephen harus perlu bersabar. Ia perlu menunggu 3 jam hingga diperbolehkan memotret.
"Saya membutuhkan waktu 3 jam menunggu sebelum akhirnya diperbolehkan memotret. Belakang panggung adalah cerita utama saya karena sangat penting untuk 'photo story' yang saya buat. Di belakang panggung, saya dapat merekam realitas yang sesungguhnya," ucap Stephan.
Tepat pukul 03.35 dini hari, klub tersebut akhirnya tutup. Lust Lady memilih tutup selamanya karena sengketa bangunan.
(/)