Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
'Perang' Kamera Mirrorless, Siapa Jawaranya?

'Perang' Kamera Mirrorless, Siapa Jawaranya?


- detikInet

Canon EOS M
Jakarta - Terjunnya Canon di ranah kamera kategori mirrorless lewat EOS M cukup mengagetkan khalayak. Sebab ketika vendor lain ramai-ramai menggelontorkan kamera di segmen tersebut, Canon memilih kalem.

Nah, dengan turunnya pemain mayor ini, sekarang jajaran kamera yang mengusung bodi kompak dengan lensa yang bisa ditukar-tukar, dipastikan makin meriah. Dari awal hingga pertengahan tahun ini saja, sudah lebih dari 5 kamera mirrorless dari berbagai merek yang dirilis.

Semuanya memiliki penawaran berbeda namun mayoritas sama, yakni mengusung sensor yang lebih besar dibandingkan kamera kompak biasa. Bahkan beberapa di antaranya dipersenjatai dengan sensor sekelas DSLR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi yang menginginkan kamera dengan bodi ringkas, mudah ditenteng, namun tidak terlalu banyak mengorbankan kualitas dari foto yang dihasilkan, kamera kelas inilah yang cocok dijadikan pilihan.

Pun jika gemar bereskplorasi dengan berbagai lensa, mirrorless memang jawabannya, walaupun uang yang diperlukan untuk 'menebusnya' tidak sedikit. Dari berbagai kamera ILC (Interchangeable Lens Camera) atau mirrorless yang ada di pasaran dan dirilis di tahun 2012, berikut beberapa di antaranya yang dirangkum detikINET dari berbagai sumber, Selasa (24/7/2012):


Fujifilm X Pro 1

Di kelas premium, Fujifilm memiliki seri X di mana salah satunya diisi oleh kamera mirrorless X-Pro 1. Pada bulan Januari, kamera yang dibekali sensor APS-C (23.6 x 15.6 mm) berkekuatan 16,3 MP ini diumumkan.

Menarget konsumen high-end dan menawarkan kualitas yang baik lewat sensor besarnya itu, kamera ini jelas tidak bisa dibilang murah. Ditambah dengan pembekalan hybrid optical/electronica viewfinder serta lensa dengan bukaan lebar, piranti yang didesain dengan bodi retro ini saat perilisannya dilepas di harga USD 1.700 (body only) atau sekitar Rp 16 juta.

Pentax K-01

Bodinya merupakan hasil besutan desainer terkenal Marc Newson. Sensor yang diusungnya yakni APS-C 16 MP, lebih besar dibanding milik Pentax Q.
Β 
Tidak seperti beberapa kamera ILC lain yang tidak memiliki pop-up flash dan menggantikannya dengan hot-shoe untuk flash eksternal, kamera ini memilki flash tersebut untuk membantu pemotretan di kondisi kurang cahaya.

Spesifikasi lain dari K-01 adalah 6 fps burst, ISO dari 100-25.600 dan perekaman video full HD 1080p 30fps.

Ricoh GXR A16 24-85mm F3.5-5.5

Bukan hanya bisa melakukan pertukaran lensa, pengguna juga bisa mengganti sensornya sekaligus. Dengan konsep modul (lensa dan sensor) yang bisa diganti-ganti, langkah Ricoh ini memang tergolong berani.

Di seri yang diumumkan pada bulan Februari lalu, Ricoh menempatkan sensor APS-C sehingga pengguna tak perlu mencemaskan kualitas foto yang diambil. Modulnya dilengkapi dengan lensa yang memiliki rentang fokal 24-85mm dan aperture f/3.5-5.5.4.

Olympus OM-D E-M5

Sensor yang dimilikinya memang lebih kecil dibanding 3 kamera sebelumnya, namun sejumlah keunggulan lain patut menjadi perhatian. Sensor four thirds di dalamnya berukuran 17.3 x 13 mm dengan resolusi 16,1 MP.

Kecepatan bidik di mode burstnya sangat baik yakni 9 fps dengan ISO 200 sampai 25.600.

Bodi kamera magnesium alloy-nya dibuat weather-sealed sehingga tak perlu takut saat membawanya di cuaca ekstrim. LCDnya juga memiliki model tilt dengan teknologi layar sentuh untuk memudahkan pengambilan gambar dengan angle yang cukup sulit.

Panasonic Lumic GF5

Penerus dari GF3 ini memboyong 14 filter serta diklaim memiliki user interface terbaik. Teknologi HDR sudah dimilikinya

Di Jakarta, kehadirannya diumumkan pada bulan Juni lalu dengan banderol harga Rp 5-6 juta. Spesifikasi dasarnya antara lain sensor New Live MOS 12 MP, ISO maksimal 12.800, LCD beresolusi tinggi 920.000 titik dan built-in flash.

Di paruh kedua tahun 2012 ini, Panasonic juga baru saja mengumumkan kehadiran Lumix DMC-G5.

Samsung

Bulan April, tiga seri mirrorless dikeluarkan Samsung, yakni NX1000, NX210 dan NX20

NX1000 telah ditanamakan WiFi. Memiliki sensor 20 MP, bidikan 8 fps dan mampu merekam video full HD 1080p. Sensornya adalah APS-C (23.5 x 15.7 mm).

Lantas untuk NX210, sensor yang dimilikinya sama. Terdapat pengaturan white balance, optical image stabilzation untuk membantu foto agar tidak menjadi ngeblur saat ada guncangan dan sudah mendukung format RAW.

Yang terakhir adalah NX20, di mana di pasar Amerika dibanderol di harga USD 1,099. Kamera papan atas ini dipersenjatai layar Amoled. WiFi dan GPS, ISO hingga 12.800 serta LCD swivel adalah spesifikasi selanjutnya.

Canon EOS M

Banyak yang menyebut seri ini sebagai versi kecil dari EOS 650D karena spesifikasi yang dimilikinya. Menonjol di antara kamera-kamera lain di segmen yang sama, EOS-M, kamera mirrorless pertama Canon ini memboyong sensor CMOS APS-C 18 MP. Pesaing kamera DSLR? Bisa jadi.

Aksi perilisan seri tersebut oleh Canon cukup mengagetkan, sebab sebelumnya hanya produsen kamera besar inilah yang belum merilis kamera yang mengusung sistem mirrorless.

EOS-M memiliki rentang ISO 100 hingga 12.800 yang bisa dimaksimalkan hingga 25.600 dan 31-point hybrid AF system.

Kebanyakan kamera mirrorless tidak memiliki flash bawaan, begitupun dengan EOS-M. Canon pun menghadirkan flashgun Speedlite 90EX untuk membantu pengguna yang membutuhkan cahaya tambahan.

(sha/ash)







Hide Ads