Nah, dengan turunnya pemain mayor ini, sekarang jajaran kamera yang mengusung bodi kompak dengan lensa yang bisa ditukar-tukar, dipastikan makin meriah. Dari awal hingga pertengahan tahun ini saja, sudah lebih dari 5 kamera mirrorless dari berbagai merek yang dirilis.
Semuanya memiliki penawaran berbeda namun mayoritas sama, yakni mengusung sensor yang lebih besar dibandingkan kamera kompak biasa. Bahkan beberapa di antaranya dipersenjatai dengan sensor sekelas DSLR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pun jika gemar bereskplorasi dengan berbagai lensa, mirrorless memang jawabannya, walaupun uang yang diperlukan untuk 'menebusnya' tidak sedikit. Dari berbagai kamera ILC (Interchangeable Lens Camera) atau mirrorless yang ada di pasaran dan dirilis di tahun 2012, berikut beberapa di antaranya yang dirangkum detikINET dari berbagai sumber, Selasa (24/7/2012):
Fujifilm X Pro 1
|
|
Menarget konsumen high-end dan menawarkan kualitas yang baik lewat sensor besarnya itu, kamera ini jelas tidak bisa dibilang murah. Ditambah dengan pembekalan hybrid optical/electronica viewfinder serta lensa dengan bukaan lebar, piranti yang didesain dengan bodi retro ini saat perilisannya dilepas di harga USD 1.700 (body only) atau sekitar Rp 16 juta.
Pentax K-01
|
|
Β
Tidak seperti beberapa kamera ILC lain yang tidak memiliki pop-up flash dan menggantikannya dengan hot-shoe untuk flash eksternal, kamera ini memilki flash tersebut untuk membantu pemotretan di kondisi kurang cahaya.
Spesifikasi lain dari K-01 adalah 6 fps burst, ISO dari 100-25.600 dan perekaman video full HD 1080p 30fps.
Ricoh GXR A16 24-85mm F3.5-5.5
|
|
Di seri yang diumumkan pada bulan Februari lalu, Ricoh menempatkan sensor APS-C sehingga pengguna tak perlu mencemaskan kualitas foto yang diambil. Modulnya dilengkapi dengan lensa yang memiliki rentang fokal 24-85mm dan aperture f/3.5-5.5.4.
Olympus OM-D E-M5
|
|
Kecepatan bidik di mode burstnya sangat baik yakni 9 fps dengan ISO 200 sampai 25.600.
Bodi kamera magnesium alloy-nya dibuat weather-sealed sehingga tak perlu takut saat membawanya di cuaca ekstrim. LCDnya juga memiliki model tilt dengan teknologi layar sentuh untuk memudahkan pengambilan gambar dengan angle yang cukup sulit.
Panasonic Lumic GF5
|
|
Di Jakarta, kehadirannya diumumkan pada bulan Juni lalu dengan banderol harga Rp 5-6 juta. Spesifikasi dasarnya antara lain sensor New Live MOS 12 MP, ISO maksimal 12.800, LCD beresolusi tinggi 920.000 titik dan built-in flash.
Di paruh kedua tahun 2012 ini, Panasonic juga baru saja mengumumkan kehadiran Lumix DMC-G5.
Samsung
|
|
NX1000 telah ditanamakan WiFi. Memiliki sensor 20 MP, bidikan 8 fps dan mampu merekam video full HD 1080p. Sensornya adalah APS-C (23.5 x 15.7 mm).
Lantas untuk NX210, sensor yang dimilikinya sama. Terdapat pengaturan white balance, optical image stabilzation untuk membantu foto agar tidak menjadi ngeblur saat ada guncangan dan sudah mendukung format RAW.
Yang terakhir adalah NX20, di mana di pasar Amerika dibanderol di harga USD 1,099. Kamera papan atas ini dipersenjatai layar Amoled. WiFi dan GPS, ISO hingga 12.800 serta LCD swivel adalah spesifikasi selanjutnya.
Canon EOS M
|
|
Aksi perilisan seri tersebut oleh Canon cukup mengagetkan, sebab sebelumnya hanya produsen kamera besar inilah yang belum merilis kamera yang mengusung sistem mirrorless.
EOS-M memiliki rentang ISO 100 hingga 12.800 yang bisa dimaksimalkan hingga 25.600 dan 31-point hybrid AF system.
Kebanyakan kamera mirrorless tidak memiliki flash bawaan, begitupun dengan EOS-M. Canon pun menghadirkan flashgun Speedlite 90EX untuk membantu pengguna yang membutuhkan cahaya tambahan.
(sha/ash)