Bedanya dengan kamera kompak 'tradisional', kamera kompak yang diposisikan di kelas high-end beberapa di antaranya mengusung sensor lebih besar, kontrol manual yang lebih lengkap, lensa dengan bukaan lebih lebar, dukungan ke format RAW serta sejumlah keunggulan lainnya.
Namun tidak seperti kamera mirrorless, kamera-kamera yang disajikan di sini lensanya tidak bisa ditukar-tukar. Kamera-kamera berikut menyasar pengguna yang menginginkan piranti berkualitas mumpuni tapi tak ingin direpotkan dengan bodi besar milik DSLR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fujifilm FinePix X10
|
|
Lensanya memiliki angka aperture f/2-2.8 yang menemani sensor CMOS EXR berukuran 2/3 inch sehingga membuat level kamera ini di atas rata-rata kamera kompak biasa.
Kecepatan bidik dalam mode burstnya mencapai 7 fps di resolusi penuh. Sedang saat resolusinya diturunkan menjadi 6 MP, X10 bisa melakukan 'tembakan' 10 fps. Di pasaran, kamera ini bisa didapat di kisaran harga Rp 5 jutaan.
Olympus ZX-1
|
|
Yang menarik dari kamera ini adalah lensa cepatnyayang memiliki bukaan sangat lebar yakni f/1.8-2.5. Bagi yang menginginkan efek bokeh atau yang sering melakukan pemotretan di kondisi minim cahaya, hal ini sangat menguntungkan.
Berbagai mode pemotretan P, A, S, M, kecepatan shutter 60-1/2000 detik serta LCD OLED berukuran 3 inch menjadi pembekalan berikutnya. Saat dirilis, kamera yang memiliki rentang fokal lensa 28 β 112 mm dengan optical zoom 4x ini dibanderol di harga sekitar Rp 5 jutaan. Kamera ini juga sudah mendukung RAW file format.
Ricoh GR Digital IV
|
|
Ricoh GR Digital IV menampilkan sensor anti shake CCD 10 MP berukuran 1/1.7 inch dengan lensa f/1.9 yang memiliki rentang fokal tetap 28 mm. Hot shoe, pop-up flash melengkapi piranti ini.
Satu hal yang disayangkan adalah, absennya perekaman video full HD di piranti berbanderol sekitar Rp 4,7 jutaan ini.
Canon G1X
|
|
Manual kontrol yang disematkan bakal memanjakan mereka yang ingin naik level dari kamera kompak 'biasa' namun tak ingin direpotkan dengan bodi bongsor kamera kelas DSLR.
Tak ayal, dengan banyak fitur unggulan yang dibekalkan, kamera inipun memiliki harga yang hampir setara DSLR 'entry-level' yakni Rp 6,4 juta.
Spesifikasi kunci: Resolusi 14,3 MP, ISO hingga 12.800, image ratio 1:1, 5:4, 4:3, 3:2, 16:9, prosesor Digic 5, dukungan format RAW, rentang fokal 28-112 mm, aperture f/2.8 - f/5.8 dan shutter speed maksimal 1/4000 detik.
Samsung EX2F
|
|
Tengok juga sensor CMOS berukuran 1/1,7 inch dengan resolusi 12,4 MO dan layar AMOLED di LCD lipatnya. Berbalut material magnesium alloy, kamera saku high-end ini dilepas di harga Rp 5 jutaan.
Sony CyberShot RX100
|
|
Resolusinya mencapai 20,2 MP dengan ISO hingga 25.600. Sony mengklaim, sensor yang dimilikinya sekitar 4 kali lebih besar dibanding sensor yang ada di kamera point-and-shoot tradisional.
Sony menarget pengguna yang sudah memiliki kamera DSLR namun mencari kamera 'kedua' yang memiliki kualitas super namun berbadan ringkas. Konsumen bisa membawanya pulang dengan harga Rp 6 jutaan.
Selain kamera-kamera yang telah disebutkan, masih ada lagi beberapa kamera saku papan atas lainnya seperti Panasonic Lumix DMC-LX5,Β Lumix DMC-LX7 (baru saja dirilis) dan Canon G12.
(sha/ash)