Sebagian kamera yang dimaksud hanya diproduksi terbatas dan sebagian lainnya memiliki harga yang menjulang. Seperti kamera berikut yang agaknya terinspirasi dari gaya pop art ikonik milik Andy Warhol.
Dilansir dari Tecca, Kamis (28/6/2012), piranti bernama Pop Cam ini menampilkan 4 lensa yang masing-masing memiliki warna yang berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, style pop-art yang ditawarkan tidak bisa ditampik menjadi daya tarik tersendiri. Berikut contoh foto yang dihasilkan:

Kamera Digital Lego 3 MP
|
|
Dengan resolusi yang tidak terlalu tinggi, yakni 3 MP saja, sepertinya kamera Lego ini lebih cocok sebagai koleksi.
Leica limited edition
|
|
Untuk Leica M9-P ini misalnya, ia dihargai USD 31.000 dan dibuat sebanyak 50 unit saja. Bodinya sendiri dibalut dengan kulit asli dengan dominasi warna putih.
Dilaporkan, pembuatan Leica edisi terbatas tersebut untuk merayakan pabrik Leica di Tokyo dan penjualannya hanya dilakukan di satu toko.
Olympus Ecru
|
|
Olympus mengeluarkan kamera film tersebut hanya sebanyak 10.000 unit di Jepang dan 10.000 lagi di luar wilayah Negara Sakura.
Pentax LX Gold
|
|
Belum cukup wah? Pentax LX Gold juga dibuat dari kulit. Pentax menciptakan sebanyak 300 unit saja untuk kamera yang dibekali lensa 50 mm dengan aperture f/1.2 tersebut.
Canon Photura Epoca
|
|
Jika di Eropa ia dijuluki Photura Epoca, di Jepang kamera ini dinamakan Autoboy Jet. Canon Photura Epoca sempat unjuk gigi dalam sebuah pameran di New York Museum of Modern Art.
Voltron Starshooter 100
|
|
Lensa besar yang berada di bagian depan tokoh Voltron tersebut sebenarnya palsu. Akan tetapi pembesutnya telah menempatkan kamera berdimensi 110-mm meski dengan lensa yang lebih kecil.
(sha/ash)