Lebih dari empat bulan setelah kebakaran mematikan melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong, para penyintas akhirnya diizinkan kembali ke unit mereka untuk mengambil barang-barang yang tersisa. Akses itu dibuka pada 20 April hingga 4 Mei, dengan setiap keluarga hanya diberi waktu tiga jam. REUTERS/Tyrone Siu
Salah satu penyintas, Fanny Mok (59), bersiap kembali ke apartemennya di lantai 13 dengan bantuan kaki eksoskeleton robotik. Perangkat tersebut digunakan untuk membantunya menaiki tangga karena kondisi lutut yang lemah dan sesak napas, setelah ia tinggal sementara di sebuah hostel sejak kebakaran pada akhir November lalu. REUTERS/Tyrone Siu
Puluhan korban kebakaran lainnya juga meminjam eksoskeleton dan mengikuti sesi pelatihan sebelum diizinkan menggunakannya. Lembaga swadaya AidVengers Federation menyebut perangkat buatan perusahaan robotika Shanghai, Hypershell, itu dipinjamkan bagi warga yang lolos uji penggunaan, dengan tingkat kelulusan mencapai 70 persen. REUTERS/Tyrone Siu
Kompleks yang dibangun pada 1980-an itu sebelumnya dihuni sekitar 4.600 orang, lebih dari sepertiganya berusia di atas 65 tahun. Bagi banyak warga lanjut usia, naik ke lantai tinggi dan mengemasi seluruh kenangan hidup selama puluhan tahun dalam waktu tiga jam menjadi tantangan yang berat. REUTERS/Tyrone Siu