Salah satunya terlihat di Kota Batu, di mana anak-anak diajak kembali mengenal dan memainkan permainan tradisional seperti egrang. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang tata kelola penyelenggaraan sistem elektronik dalam perlindungan anak, yang mendorong aktivitas positif di luar dunia digital. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Sejumlah anak tampak antusias mencoba permainan egrang di kawasan Dusun Kuliner. Dengan penuh semangat, mereka belajar menjaga keseimbangan sambil berjalan menggunakan alat sederhana berbahan bambu tersebut. Tawa dan keceriaan pun mewarnai suasana, menciptakan pengalaman bermain yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Permainan tradisional seperti egrang dinilai mampu melatih keterampilan motorik, keseimbangan, serta interaksi sosial anak. Aktivitas ini juga menjadi alternatif hiburan yang lebih sehat dibandingkan penggunaan gawai secara berlebihan. Dengan pendekatan yang sederhana namun efektif, permainan tradisional kembali dihidupkan sebagai bagian dari solusi menghadapi tantangan era digital. Anak-anak pun tidak hanya terhibur, tetapi juga belajar berinteraksi dan bergerak aktif di dunia nyata. ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani