Memotret Polusi Ibu Kota Jakarta dengan Kamera Ponsel

FotoINET

Memotret Polusi Ibu Kota Jakarta dengan Kamera Ponsel

Rachman Haryanto - detikInet
Selasa, 13 Agu 2019 19:35 WIB

Jakarta - Kualitas udara Jakarta kembali masuk kategori tidak sehat dan terburuk dunia. Bahkan dari kamera ponsel saja penampakan polusi udara terlihat sangat jelas.

Begini penampakan polusi udara Jakarta pada Selasa (13/8/2019) yang diambil menggunakan kamera ponsel.

Berdasarkan data Airvisual pada Selasa (13/9/2019) siang, setidaknya ada sepuluh kota di Indonesia yang memiliki tingkat kualitas udara terburuk. Hingga pukul 12.30 WIB, data dari AirVisual menunjukkan bahwa kota-kota yang memiliki kualitas udara buruk tersebut mempunyai tanda merah yang artinya tidak sehat.

Jakarta mempertahankan predikat sebagai kota juara kualitas udara terburuk di dunia dalam tiga hari terakhir. Hari ini, kota dengan kualitas terburuk kedua adalah Tashkent, Uzbekistan dengan AQI 157 disusul Lahore, Pakistan dengan AQI 155.

Adapun konsentrasi partikel polutan di Jakarta sangat kecil dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer atau PM2.5, yang merupakan salah satu indikator pencemaran udara, mencapai 71 mikrogram per meter kubik.

Kualitas udara terburuk berada di kawasan Pagadungan, Kalideres, Jakarta Barat dengan AQI sebesar 191 disusul Rawamangun, Jakarta Timur dengan AQI 169, dan Pejaten Barat, Jakarta Selatan dengan AQI 159.

Sebagai perbandingan, pada Minggu pagi 11 Agustus 2019 kemarin sekitar pukul 07.00 WIB di laman AirVisual, kualitas udara Jakarta berada pada angka 171 dengan PM2.5 yang juga tinggi yaitu 93,6 mikrogram per meter kubik.

Untuk diketahui, AirVisual menggunakan rentang angka AQI 0-500, di mana semakin tinggi AQI semakin tinggi pula tingkat polusi udaranya.

Terdapat enam kategori, masing-masing yaitu dengan AQI 0-50 baik, 51-100 sedang, 101-150 tidak sehat untuk kelompok rentan, 151-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, 301-500 berbahaya.

Indeks tersebut menggunakan indikator enam jenis polutan udara yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida dan ozon tingkat dasar.

Uniknya, kota Jakarta yang sempat diberi predikat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di Indonesia tidak masuk dalam urutan tersebut karena tercatat dengan kualitas udara 114. Walaupun begitu, tingkat kualitas udara di Jakarta tetap dianggap tidak sehat bagi orang yang sensitif akan udara yang buruk.

Kesepuluh kota yang memiliki kualitas udara terburuk di Indonesia ialah Pontianak, Palangkaraya, Balai Pungut, Pemangkat, Singkawang, Sungai Raya, Tangerang Selatan, Rangkasbitung, Pandeglang, dan Pekanbaru.

Posisi pertama yang menduduki kota dengan polusi terburuk siang tadi adalah Pontianak.

Kota yang berada di Provinsi Kalimantan Barat tersebut menduduki posisi pertama kota yang memiliki kualitas udara terburuk di Indonesia dengan angka kualitas udara sebesar 191. Artinya, kota tersebut ditandai dengan warna merah yang berarti tidak sehat.

Tak hanya Pontianak yang ditandai dengan warna merah. Kesembilan kota lain juga mendapat tanda sama. Kota kedua adalah Palangkaraya. Kota yang terletak di Provinsi Kalimantan Tengah tersebut tercatat memiliki tingkat kualitas udara sebesar 182.

Posisi ketiga kota dengan udara terburuk di Indonesia adalah Balai Pungut. Kota ini terletak di Provinsi Riau dan memiliki tingkat kualitas udara sebesar 168. Posisi keempat hingga keenam ditempati oleh kota-kota yang berada di Provinsi Kalimantan Barat, yakni Pemangkat, Singkawang, dan Sungai Raya. Ketiga kota tersebut memiliki tingkat kualitas udara sebesar 165, 164 dan 164.

(/)