Ponsel Bongkar Pasang LG G5, Keren tapi Gagal

FotoINET

Ponsel Bongkar Pasang LG G5, Keren tapi Gagal

Istimewa - detikInet
Jumat, 26 Apr 2019 17:45 WIB

Jakarta - Pada 23 April 2016, atau 3 tahun silam, LG G5 mulai dijual dan bikin gebrakan dengan konsep modular. Sayang, penjualannya tak seperti yang diharapkan.

Inilah penampakan LG G5. Ia tampak seperti smartphone pada umumnya. Foto: LG

Namun sebagai diferensiasi, ponsel ini mengusung konsep modular. Bagian bawahnya bisa dibongkar pasang. Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan

Ada beberapa aksesoris yang bisa dipasang, yaitu grip kamera ataupun perangkat audio kualitas tinggi. Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan

LG G5 mengusung dua kamera belakang, masing-masing resolusi 16 megapixel dan 8 megapixel wide angle. Foto: techrum

Bahan pembuatannya dari metal. Adapun jeroannya dibekali prosesor Snapdragon 820, RAM 4 GB dan memori internal 32 GB. Beberapa pasar seperti Indonesia mendapat versi rendahnya yaitu G5 SE. Prosesornya berbeda, Snapdragon 652 dan RAM 3 GB. Foto: techrum

Tak salah kalau LG berharap banyak dengan ponsel keren ini. Namun sayang, penjualan awal G5 terindikasi seret. Bahkan memaksa LG memberhentikan eksekutifnya yang dianggap bertanggungjawab serta melakukan restrukturisasi manajemen untuk mencari solusi. Foto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

Jika sudah inovatif begitu, mengapa G5 gagal memenuhi ekspektasi soal penjualan? Ada dua kemungkinan jawaban. Pertama G5 bukan smartphone modular sejati dan harga aksesorinya mahal. Foto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

LG G5 lebih ke soal bisa diekspansi ketimbang modular. Prosesor atau kamera tak bisa diganti. Memang bisa menambah fungsionalitas baru seperti modul kamera atau musik, namun butuh biaya dan tak setiap orang siap mengeluarkan uang tambahan untuk fitur ekstra. Foto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

Konsep modular yang diusung oleh LG G5 mungkin banyak dinilai sebagai gimmick marketing saja. Lagipula selain mahal, modul G5 tidak langsung tersedia di pasaran. Foto: detikINET - Anggoro Suryo Jati

Vendor asal Korea Selatan itu pun sudah kapok untuk membuat smartphone sejenis. Foto: techrum

Konsumen tampaknya belum siap menyambut ponsel modular semacam G5 sehingga penjualannya rendah. Foto: LG

"Anda tak bisa menyalahkan LG untuk mencoba sesuatu yang baru. LG G5 adalah satu satunya smartphone yang diproduksi massal, yang sungguh berbeda dengan yang lain, namun itu tampaknya tidak meyakinkan orang untuk membelinya," sebut Stan Schroeder dari media teknologi Mashable. Foto: LG

“Respons pasar ke G5 lemah dan perusahaan ini gagal berkompetisi dengan kampanye promosi agresif dari rival," sebut Cho jin ho, analis di Mirae Asset Securities. Foto: LG

Tapi bagaimanapun, LG G5 telah menghadirkan warna tersendiri di pasar smartphone. Foto: LG

Mungkin di masa datang, ponsel modular bisa lebih populer. Foto: LG

(/)