Menyentuh! Ketika Anak Korban Bully Jadi Superhero Avengers

FotoINET

Menyentuh! Ketika Anak Korban Bully Jadi Superhero Avengers

Pool - detikInet
Rabu, 02 Mei 2018 08:26 WIB

Jakarta - Fotografer bernama Josh Rossi melakukan sebuah aksi yang cukup inspiratif. Dia memotret sejumlah anak korban bully menjadi pahlawan super Avengers.

Josh Rossi mengaku menghabiskan waktu tiga bulan untuk mengerjakan proyek foto ini.  Foto: Josh Rossi/Petapixel

Rossi mengatakan dia mendapat ide pemotretan ini setelah melihat kisah bocah Jackson Bezzant di media sosial yang mengalami bullying di sekolahnya. Foto: Josh Rossi/Petapixel

Kemudian dia melihat trailer Avengers Infinity War, terbesit ide untuk memotret bocah korban bully menjadi superhero Marvel. Foto: Josh Rossi/Petapixel

Dia lantas mengumpulkan 15 bocah korban bully untuk dipotret. Foto: Josh Rossi/Petapixel

15 bocah kemudian disulap jadi pahlawan Avengers. Foto: Josh Rossi/Petapixel

Gran Southam yang mengenakan kostum Iron Man ini kerap dibully teman-temannya, tidak hanya di sekolah tapi juga di gereja. Foto: Josh Rossi/Petapixel

Jackson Sommer mengenakan kostum Dr Strange. Jackson kerap diganggu setelah dia kehilangan 35% otaknya.  Foto: Josh Rossi/Petapixel

Sydney yang menjadi Gamora ini menderita depresi dan sempat berpikir untuk bunuh diri karena bullying. Foto: Josh Rossi/Petapixel

Miles menderita ADHD (gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivasi) dan memiliki kesulitan berinteraksi secara sosial. Inilah yang membuatnya menerima kekejaman dari teman sekelasnya.  Foto: Josh Rossi/Petapixel

Jaro Balico kerap diintimidasi karena etnisnya.  Foto: Josh Rossi/Petapixel

Benjamin Crofts berusia 6 tahun dan memiliki autisme. Tidak hanya teman sebayanya, perlakuan tidak menyenangkan kerap dia terima dari orang dewasa. Foto: Josh Rossi/Petapixel

Dorothy Gee adalah seorang influencer cilik di media sosial. Dia kerap dibully oleh netizen. Foto: Josh Rossi/Petapixel

Joshua Walker menjadi Star Lord. Dia kerap dicap aneh teman-temannya lantaran kesuakaannya akan sejarah dunia dan membaca buku-buku besar. Tidak hanya diejek, dia pernah mendapati dipukul temannya di sekolah. Foto: Josh Rossi/Petapixel

Leila Peuntes berjuang dari depresi dan kecemasan. Foto: Josh Rossi/Petapixel

Braiden Ellerman kerap mengejeknya lantaran bocah cilik ini memiliki kerangka tubuh yang lebih besar. Foto: Josh Rossi/Petapixel

Mia Velarde mengaku kerap disiksa sekelompok murid di sekolahnya. Padahal dia tidak melakukan apapun. Foto: Josh Rossi/Petapixel

Benson Bateman ditindas temans sekelasnya. Bocah cilik ini kerap menangis saat bangun tidur karena takut untuk sekolah. Foto: Josh Rossi/Petapixel

Morisi berasal dari Tanzania dan datang ke Amerika Serikat sebagai pengungsi. Terbebas terorisme di negaranya, tapi dia harus menghadapi ancaman bully dari teman sekelasnya di tempat tinggal barunya. Foto: Josh Rossi/Petapixel

Cole Helton yang mengenakan kostum Vision mengalami bully lantaran dirinya tampil beda dengan teman-temannya di sekolah. Helton bahkan sempat dipukuli hingga memar di tubuhnya. Foto: Josh Rossi/Petapixel

Jakcson Bezzant lahir dengan cacat wajah. Sanyangnya kondisi ini kerap membuatnya diejek monster oleh teman sekelasnya. Foto: Josh Rossi/Petapixel

Ini adalah Jazon Bieber adik dari penyanyi Justin Bieber. Untungnya dia tidak menerima bullyong namun memang ikut terlibat dalam proyek ini. Foto: Josh Rossi/Petapixel

(/)