Ironis! Kantor Semewah Ini Dicuekin Karyawan

FotoINET

Ironis! Kantor Semewah Ini Dicuekin Karyawan

Pool - detikInet
Jumat, 23 Jun 2017 02:30 WIB

Jakarta - Seperti perusahaan teknologi lainnya, Automattic, pemilik layanan WordPress punya kantor mewah dan asyik. Sayangnya, kantor ini malah dicuekin karyawannya.

Automattic, pemilik layanan blogging WordPress.com, punya kantor bagus di sebuah kawasan di San Francisco, Amerika Serikat (AS).  Foto: Officesnapshots.com

Sayangnya, kantor ini ditutup karena karyawannya lebih suka bekerja secara remote atau dari jarak jauh. Foto: Officesnapshots.com

Seperti perusahaan teknologi kebanyakan, kantor WordPress sangat menarik dan asyik, serta dilengkapi bermacam fasilitas. Foto: Officesnapshots.com

Kantor ini dibangun dari bekas gudang yang dirancang sedemikian rupa.  Atapnya tinggi, dengan pintu-pintu bekas gudang yang dimodifikasi. Foto: Officesnapshots.com

Gedung yang berlokasi di 140 Hawthorne, San Francisco tersebut saat ini diiklankan CEO Automattic Matt Mullenweg untuk dijual. Foto: Officesnapshots.com

CEO Automattic Matt Mullenweg menyadari tidak cukup banyak karyawan yang menggunakannya. Foto: Officesnapshots.com

"Kami punya kantor di sana yang dibangun sekitar enam atau tujuh tahun lalu. Kondisinya bagus, namun tidak ada yang menggunakan," sebutnya. Foto: Officesnapshots.com

Selain kantor ini, Automattic juga punya gedung serupa di Cape Town, Afrika Selatan dan Portland, Maine. Foto: Scott Beale/scottbeale.org

Automattic sendiri memang memberikan pilihan pada 550 karyawannya untuk bisa bekerja dari luar kantor.  Foto: Scott Beale/scottbeale.org

Setiap karyawan diberi insentif USD 250 per bulan jika mereka ingin bekerja di co-working space atau kedai kopi seperti Starbucks. Foto: Scott Beale/scottbeale.org

Budaya bekerja secara remote alias 'kerja gak mesti ke kantor' memang banyak diadopsi sejumlah perusahaan teknologi. Meski demikian, tak sedikit pula yang masih mengharuskan pergi ke kantor. Foto: Scott Beale/scottbeale.org

Yahoo misalnya, pada 2013 ketika Marissa Mayer menjabat sebagai CEO-nya, dikenal dengan salah satu kebijakannya yang mengharuskan ke kantor.  Foto: Scott Beale/scottbeale.org

Terbaru adalah IBM yang dikenal sebagai pelopor budaya remote working, belakangan justru memberitahukan ribuan karyawannya di Amerika Serikat untuk mulai datang ke kantor. Foto: Scott Beale/scottbeale.org

Bekerja secara remote atau datang ke kantor memang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan dan karyawannya. Foto: Scott Beale/scottbeale.org

Anda sendiri penganut 'ngantor gak mesti ke kantor' atau sebaliknya?. Foto: Scott Beale/scottbeale.org

(/)