Adalah Balox, ia memotret makro kehidupan pada serangga. Foto: Balox
Saat memotret, pria yang berdomisili di Palangkaraya ini menggunakan kamera Nikon D750 dan lensa mackro Nikkor 105mm F2.8. Foto: Balox
Untuk memotret macro para serangga, disarankan untuk mengenal dan mempelajari karakter yang akan dipotret. Foto: Balox
Karena setiap serangga punya kebiasaan yang berbeda-beda. Foto: Balox
Ada serangga yang saat akan terbang punya kebiasaan mundur dulu dari tempat hinggapnya. Foto: Balox
Ada pula serangga yang langsung terbang. Foto: Balox
Balox mengaku tidak menggunakan tripod saat memotret. Foto: Balox
Ia hanya mengandalkan tangan untuk menyangga kamera. Foto: Balox
Agar tidak shake, ia menyetting speed tinggi. Foto: Balox
Saat memotret serangga besar, ia menyeting F5,6 atau F6,3. Foto: Balox
Sementara untuk serangga kecil Balox mengatur F7.1 atau F8. Foto: Balox
Adapun speed yang digunakan 1/1500s sampai dengan 1/3200s. Foto: Balox
Ia menyarankan arah menembak objek usahakan menghadap arah matahari agar mendapat backlight. Foto: Balox
Selain itu hindari pantulan cahaya matahari ke mata serangga agar lebih cantik dilihat. Foto: Balox
Tantangan saat memotret macro serangga adalah momen. Foto: Balox
Selain itu kondisi cuaca panas juga menjadi tantangan berikutnya. Foto: Balox
Kata Balox butuh ketelatenan dan kesabaran menunggu momen saat memotret macro kehidupan Serangga. Foto: Balox
Usai memotret Balox melakukan pengeditan sederhana untuk penajaman, pencahayaan dan crop. Foto: Balox
Untuk melihat karya foto macro dari Balox dapat membuka akun instagramnya di @balox_berhati_nyaman. Foto: Balox