Sharon Collins, 45, nama wanita tersebut, menyewa seorang pembunuh bayaran dari sebuah situs Amerika Serikat www.Hitman.us.com, yang kini telah dienyahkan dari internet. Pembunuh bayaran tersebut bertugas menghabisi teman Collins, seorang raja minyak Irlandia, PJ Howard, dan dua orang anak laki-laki Howard.
Dikutip detikINET dari ITnews, Sabtu (12/7/2008), pembunuh bayaran tersebut menggunakan nama samaran Tony Luciano. Setelah mendapatkan uang muka, Luciano yang memiliki nama asli Essam Eid ini sepakat menjalankan misinya menghabisi Howard dan kedua anaknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Putra Howard tidak takut dengan ancaman Eid, ia justru melapor ke polisi. Walhasil polisi membekuk Eid dan mengambil komputer curian tersebut. Dalam komputer itu terdapat email percakapan antara Eid dan Collins. Terbongkarlah rencana jahat keduanya.
Collins yang merupakan janda dua anak tersebut mencoba membela diri dengan mengatakan bahwa Howard memaksanya untuk berhubungan seks dengan orang-orang asing. Oleh karena itu dia merasa harus menghabisi Howard demi melindungi dirinya serta kedua anaknya.
Walhasil, Collins dan Eid harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Collins mendapat dakwaan atas konspirasi pembunuhan, Eid atas pencurian serta pemerasan uang disertai ancaman. Hukuman atas keduanya akan dijatuhkan Oktober mendatang.
(faw/amz)