Nah, karena itulah pihak Polri mengimbau agar Anda tidak mem-forward lagi bila mendapat kiriman SMS menyesatkan seperti itu.
"Jangan ikut menyebarluaskan atau mengirim lagi, karena Anda ikut membuat masyarakat resah," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira pada detikcom, Jumat (30/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu apa polisi tidak melakukan penyelidikan? "Pengusutan dilakukan, tapi itu biasanya pelaku membeli nomor di pinggir jalan. Identitas yang diberikan yang biasanya harus dilakukan saat memiliki nomor baru diisi dengan identitas palsu," tambahnya.
Apa sudah pernah dilacak nomor SMS teror ini? "Ya, tapi agak susah. Biasanya begitu selesai dipakai langsung dibuang," tandasnya.
SMS teror yang menggejala belakangan ini mulai dari isu santet, kekhawatiran kerusuhan 1998 terulang, datangnya massa dari luar Jakarta, dsb
Mau tukar informasi soal ponsel atau ponsel lainnya. Sampaikan di detikINET Forum.
(ndr/ash)