"Kalau motif, informasi yang kita terima karena iseng saja," kata Kabag Humas Ditjen Postel Depkominfo Gatot S Dewabroto dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (13/5/2008).
Dengan tertangkapnya orang tersebut, maka terbukti sudah tidak benar ada SMS yang bisa menyantet orang. "Sudah terbukti sekarang, kemarin orang yang sakit setelah baca SMS bukan karena santet," lanjut dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia menggunakan data palsu, jadi agak terkendala. Tapi operator punya alatnya (untuk melacak). Itu satu orang saja (yang melakukan-red)," terang Gatot.
Menurut Anda, mengapa sampai ada fenomena? Sampaikan di thread khusus pada Forum! (nvt/dwn)