Hal itu diketahui berdasarkan survei yang digelar perusahaan Robert Half International (RHI) terhadap para eksekutif di Kanada dan Amerika Serikat (AS). Hasilnya, kalangan eksekutif tersebut mempercayai situs jejaring online sebagai referensi untuk mencari karyawan baru.
Survei ini diikuti oleh sekitar 100 eksekutif dari Kanada. Mereka diajukan pertanyaan yang sama, yakni "Teknologi apa yang Anda percaya yang akan berguna untuk proses rekrutmen dalam tiga tahun kedepan?"
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara di AS, survei ini digelar terhadap 150 senior eksekutif yang diberi pertanyaan serupa. Hasilnya, 62 persen yang meyakini situs jejaring sosial bisa digunakan untuk rekrutmen karyawan baru.
"Situs jejaring sosial dapat digunakan untuk mengidentifikasi kesempatan berkarier, buatlah profil online yang 'menjual' keahlian dan pengalaman Anda," saran Max Messmer, kepala dan chief executive dari RHI.
Meskipun situs jejaring dapat membantu orang untuk mendapatkan pekerjaan, namun Messmer menyarankan hendaknya para pencari kerja juga tetap melanjutkan cara 'berburu' pekerjaan dengan metode konvensional.
RHI memberikan lima saran untuk dapat memetik keuntungan dari situs jejaring online. Yaitu buat profil dengan hati-hati, mintalah rekomendasi, tulislah daftar kontak, jangan mem-posting sesuatu yang Anda tidak inginkan untuk dilihat oleh perusahaan yang sedang mencari karyawan dan jangan berhenti untuk terus membangun networking hingga Anda mendapat pekerjaan.
Punya pengalaman menarik dengan situs jejaring sosial? Ayo berbagi detikINET Forum!
(faw/ash)