Pasalnya, menurut sebuah studi yang dipublikasikan pada Archives of Pediatrics & Adolescent Medicine edisi Maret ini, ketika jatah anak-anak menggunakan dua alat elektronik tersebut diperketat, secara otomatis akan mengurangi aktivitas mengkonsumsi makan dan minum (nyemil) yang biasa mereka lakukan.
Alasan tersebut memang terdengar cukup sederhana, namun dianggap faktor yang menentukan. Karena ketika di depan layar kaca anak-anak bisa jadi seolah tidak sadar dengan apa yang dikonsumsinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah penderita obesitas tersebut kian lama pun kian meningkat. Bahkan dalam satu dekade, peningkatannya mencapai 45 persen.
"Menonton televisi itu berkolerasi dengan mengkonsumsi makanan cepat saji dan minum soft drink, karena itulah yang diiklankan di televisi," ujar salah satu penulis, yang dikutip detikINET dari Washington Post, Rabu (5/3/2008).
Studi ini sekaligus menegaskan penelitian serupa yang dilakukan beberapa waktu lalu. Kala itu, sebuah laporan tahunan dari Data Resource Center Child and Adolescent Health mengklaim telah menemukan korelasi positif antara banyaknya waktu yang dihabiskan untuk bermain video game dengan penderita obesitas di kalangan anak-anak dan ABG (anak baru gede).
(ash/ash)