Gugus tugas khusus yang dibentuk APNIC (Asia Pacific Network Information Center) ini bertugas untuk mendiskusikan masalah-masalah terkait IPv6 serta memberikan saran-saran kepada operator-operator internet di kawasan Asia Pasific, terkait implementasi IPv6 sebagai Internet Protocol masa depan meneruskan IPv4 yang diprediksikan akan habis pada sekitar 2011-2013.
Gugus tugas ini bertemu setiap 4 bulan sekali dengan agenda melaporkan perkembangan implementasi IPv6 di masing-masing negara anggota. Untuk meeting pertama tahun ini, acara digabung bersama dengan berbagai acara lain terinterasi dengan ajang APRICOT 2008 Taipei.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada APIPv6-TF meeting kali ini, disampaikan beberapa laporan diantaranya pantauan alokasi IPv4 di seluruh dunia, oleh Toshiyuki Hosaka -JPNIC (Jepang Network Information Center), alokasi IPv6 di IANA (Internet Assigned Numbers Authority) yang membawahi alokasi IP Address di dunia oleh David Conrad, serta alokasi IPv6 di kawasan Asia Pasific oleh Arth Paulite.
Enam negara, termasuk Indonesia, juga menyampaikan laporan perkembangan implementasi IPv6 di masing-masing negara. Situs detik.com yang sedang anda baca, juga masuk dalam laporan Indonesia sebagai salah satu situs yang telah mengimplementasikan IPv6 di Indonesia.
Selengkapnya mengenai APIPv6-TF Meeting, dapat anda akses di http://www.ap-ipv6tf.org/meetings/summit2008/, semua presentasi dari para pakar, serta laporan dari negara-negara anggota telah tersaji file presentasinya.
Keterangan: Penulis, Edwin Purwandesi merupakan Asisten Manager Broadband Internet Dedicated PT Telkom. Di APRICOT 2008, penulis menjadi pembicara di sesi Technical Conference. Ia pun bakal memberi update informasi langsung dari arena konferensi di Taipei kepada pembaca detikINET.
(wsh/wsh)