Menurutnya, sektor telekomunikasi telah mengalami pertumbuhan 48%, terutama di sektor selular yang mencapai 51% dan telepon nirkabel FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya.
"Diharapkan tahun depan akan mengalami pertumbuhan yang sama," kata Nuh dalam acara Indonesia ICT Outlook 2008 di Hotel Nikko, Kamis (31/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prosentase lain yang mengalami pertumbuhan pada Makro Indikator ICT Nasional adalah pada angka pengguna internet yang telah mencapai jumlah dua juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 25 juta.
Dalam acara tersebut, Nuh meresmikan peluncuran Makro Indikator ICT Nasional. Tujuan dari Makro Indikator itu, ujarnya, selain untuk mengetahui dengan pasti sumbangan bidang ICT terhadap pertumbuhan ekonomi, juga bisa dijadikan pegangan bagi para pemangku kepentingan (stakeholder) dalam menentukan arah kebijakan bisnis mereka ke depan.
Dalam presentasinya, Nuh mengatakan, dengan tumbuh pesatnya pelanggan seluler hingga 51% bukan berarti sektor tersebut akan mengalami stagnasi atau penurunan di 2008 ini. Karena sebaliknya, seluler, kata Nuh, akan tumbuh lebih pesat lagi seiring membaiknya jangkauan dan kualitas jaringan dari para operator, termasuk pendatang baru.
"Oleh karena itu, pemerintah harus menyiapkan bentuk-bentuk kebijakan apa yang harus diambil sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat pengguna jasa telekomunikasi," menteri menandaskan. (rou/dwn)