Informastionweek yang dikutip detikINET, Senin (7/1/2008) melansir, Gates telah menyumbangkan uangnya senilai US$ 10 juta ke sebuah proyek riset untuk membangun teleskop raksasa terbesar di dunia yang terletak di sebuah pengunungan di Cili itu.
Tak hanya Gates, jutawan veteran Microsoft, Charles Simonyi, yang juga pernah 'membuang-buang' uang senilai US$ 25 juta hanya untuk berjalan-jalan ke angkasa dengan pesawat ulang-alik Rusia Soyuz, juga turut menyumbangkan uangnya ke proyek ini. Simonyi bahkan mendermakan uang senilai US$ 20 juta ke LSST.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"LSST adalah sebuah teleskop Internet, yang bisa menampung data hingga hitungan terabyte setiap malamnya ke siapa saja yang mau berjelajah," kata Gates.
Sementara itu Simonyi mengatakan, teleskop tersebut akan bisa menghasilkan terobosan yang menggairahkan seperti yang dilakukan astronom pertama. Teleskop itu, lanjutnya, juga bisa memberikan beberapa jawaban tentang sifat alam semesta.
LSST saat ini sedang digarap di Cerro Pachon, sebuah gunung di utara Cili. Teleskop sepanjang 8,4 meter itu akan dilengkapi dengan tiga kaca besar dan tiga lensa refractive. Teleskop tersebut juga dibekali kamera digital 3.200 megapixel yang mampu menangkap dan men-download data hingga 30 Terabyte setiap malam. Rencananya, gambar-gambar hasil penangkapan teleskop nantinya bisa dicari di internet.
LSST dijadwalkan akan mulai beroperasi pada tahun 2014. Selain didanai dari individu, proyek tersebut juga didukung oleh sejumlah perusahaan dan lembaga penelitian, termasuk Google, Columbia University dan Brookhaven National Laboratory.
(dwn/ash)