Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bill Gates akan Bangun Teleskop Raksasa

Bill Gates akan Bangun Teleskop Raksasa


- detikInet

Jakarta - Menyandang gelar salah satu orang terkaya di dunia rupanya tak membuat Bill Gates sombong. Demi mendukung riset, pemilik Microsoft Corp. itu rela mendermakan jutaan dollar uangnya ke sebuah proyek bernama Large Synoptic Survey Telescop (LSST).

Informastionweek yang dikutip detikINET, Senin (7/1/2008) melansir, Gates telah menyumbangkan uangnya senilai US$ 10 juta ke sebuah proyek riset untuk membangun teleskop raksasa terbesar di dunia yang terletak di sebuah pengunungan di Cili itu.

Tak hanya Gates, jutawan veteran Microsoft, Charles Simonyi, yang juga pernah 'membuang-buang' uang senilai US$ 25 juta hanya untuk berjalan-jalan ke angkasa dengan pesawat ulang-alik Rusia Soyuz, juga turut menyumbangkan uangnya ke proyek ini. Simonyi bahkan mendermakan uang senilai US$ 20 juta ke LSST.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gates berharap proyek tersebut bisa mengeksplorasi luar angkasa lebih mendalam sehingga dapat bisa segera diinformasikan kepada pengguna internet.

"LSST adalah sebuah teleskop Internet, yang bisa menampung data hingga hitungan terabyte setiap malamnya ke siapa saja yang mau berjelajah," kata Gates.

Sementara itu Simonyi mengatakan, teleskop tersebut akan bisa menghasilkan terobosan yang menggairahkan seperti yang dilakukan astronom pertama. Teleskop itu, lanjutnya, juga bisa memberikan beberapa jawaban tentang sifat alam semesta.

LSST saat ini sedang digarap di Cerro Pachon, sebuah gunung di utara Cili. Teleskop sepanjang 8,4 meter itu akan dilengkapi dengan tiga kaca besar dan tiga lensa refractive. Teleskop tersebut juga dibekali kamera digital 3.200 megapixel yang mampu menangkap dan men-download data hingga 30 Terabyte setiap malam. Rencananya, gambar-gambar hasil penangkapan teleskop nantinya bisa dicari di internet.

LSST dijadwalkan akan mulai beroperasi pada tahun 2014. Selain didanai dari individu, proyek tersebut juga didukung oleh sejumlah perusahaan dan lembaga penelitian, termasuk Google, Columbia University dan Brookhaven National Laboratory.

(dwn/ash)







Hide Ads