Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Fenomena 'Nenek TikTok': Lansia Mendadak Viral dan Panen Cuan di Medsos

Fenomena 'Nenek TikTok': Lansia Mendadak Viral dan Panen Cuan di Medsos


Anggoro Suryo Jati - detikInet

Ilustrasi Lansia Lakukan Transaksi Online
Ilustrasi lansia. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Platform media sosial seperti TikTok dan Instagram kini tak lagi didominasi oleh generasi Z dan milenial.

Para lansia berusia 70 hingga 90-an tahun kian marak menjadi content creator populer yang meraup jutaan pengikut. Tak sekadar menyalurkan hobi, para 'nenek TikTok' ini berhasil mengubah popularitas digital menjadi bisnis yang amat menguntungkan.

Para kreator senior ini menghadirkan beragam tema konten, mulai dari mode (fashion), kuliner, kencan, hingga tips merawat rumah tangga, yang sukses memikat hati audiens dari kalangan anak muda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Panen Cuan dan Bayar Biaya Panti Jompo Sendiri

Daya tarik para kreator senior ini terbukti menghasilkan pendapatan yang fantastis. Beberapa sosok populer di antaranya:

ADVERTISEMENT
  • Lillian Droniak (96 tahun / Grandma Droniak): Berbekal 15 juta pengikut di TikTok, nenek asal Connecticut, AS, ini membagikan konten humor dan gaya hidup. Penghasilannya dari sponsored content bersama berbagai brand makanan dan kecantikan bahkan sanggup menutup biaya panti jompo sebesar USD 12.000 (sekitar Rp 187 juta) per bulan, sekaligus mengisi tabungan kuliah cicit-cicitnya.
  • Viv Truran (82 tahun): Kreator asal Cardiff, Inggris, yang rajin membagikan video outfit warna-warni dan koleksi 22 kacamata uniknya. Ia rutin mengunggah dua video sehari dan sangat selektif memilih brand deal bernilai ribuan poundsterling.
  • Grace Geramita / Nonna Gracie (85 tahun): Imigran asal Italia di AS yang viral berkat video memasak resep tradisional keluarga. Penghasilannya kini melampaui seluruh gaji dari pekerjaan masa mudanya.
  • Barbara Costello / Brunch with Babs (77 tahun): Mantan guru yang membagikan tips memasak, membersihkan rumah, dan merawat hunian hingga merilis buku resep sendiri.

Mengikis Ketakutan Masa Tua dan Jadi 'Nenek Virtual'

Di balik gelak tawa dan resep masakan, keberadaan para kreator lansia ini memberikan dampak psikologis positif bagi audiens muda. Banyak pengikut berusia 20--30-an tahun mengaku tidak lagi merasa takut menghadapi proses penuaan setelah melihat energi dan keceriaan para nenek tersebut.

Agensi influencer marketing We Are Social mencatat bahwa konten hangat yang disajikan para lansia ini memberikan rasa nyaman di tengah ketidakpastian dunia modern. Bagi banyak pengikut, para kreator ini bertindak sebagai sosok "nenek virtual" yang memberikan perhatian dan nasihat hangat layaknya keluarga sendiri.

Incaran Brand Papan Atas Berkat Komunitas Loyal

Daya tarik kreator lansia di mata brand global terus meningkat. Menurut analisis industri, audiens yang dimiliki oleh influencer lansia cenderung memiliki tingkat loyalitas yang sangat tinggi serta daya beli yang lebih stabil.

Aktivitas para lansia ini membuktikan bahwa ruang kreasi digital tidak dibatasi oleh usia. Selama konten yang disajikan otentik dan menghibur, siapa pun bisa menjadi bintang baru di internet, demikian dikutip detikINET dari BBC, Jumat (23/10/2026).



(asj/asj)




Hide Ads