Suatu ketika Franklin menggunakan Google untuk mencari namanya sendiri. Ternyata, hasil yang muncul didominasi oleh situs-situs dengan kata-kata aneh dan acak yang mencakup namanya, istilah polyamore dan juga cerita porno.
Tak berhenti sampai di situ, situs-situs tersebut ternyata juga akan mengarahkan pengguna internet ke situs lain yang berusaha memasang virus secara online. Seperti dikutip detikINET dari TheRegister, Minggu (16/12/2007), serangan ini memanfaatkan teknik yang cukup 'canggih'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menggabungkan dua teknik itu, serangan ini secara cerdik berusaha mengelabui pihak keamanan komputer. Situs ini baru akan muncul jika pengunjung memasukinya lewat link di Google, link dari situs lain akan menunjukkan kesalahan.
Serangan cyber ini juga diyakini mampu mengelabui algoritma yang digunakan Google untuk menangkal spam. Salah satunya dengan menggunakan konten yang ditulis oleh manusia, lalu dicampur dengan kata kunci yang akan meningkatkan hasil pencarian pada Google.
Menurut TheRegister, diduga ada sekitar 7.000 situs yang dibajak oleh pelaku serangan cyber ini. Situs-situs yang dibajak itu menggunakan layanan hosting dari IPower.Β (wsh/ash)