Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
MU vs Man City 0-1, Dalot Dikritik: Jago Cari Pelanggaran, Bukan Peluang

MU vs Man City 0-1, Dalot Dikritik: Jago Cari Pelanggaran, Bukan Peluang


Adi Fida Rahman - detikInet

Soccer Football - Premier League - Manchester United v Manchester City - Old Trafford, Manchester, Britain - September 13, 2026 Manchester Uniteds Kobbie Mainoo looks dejected after the match REUTERS/Scott Heppell EDITORIAL USE ONLY. NO USE WITH UNAUTHORIZED AUDIO, VIDEO, DATA, FIXTURE LISTS, CLUB/LEAGUE LOGOS OR LIVE SERVICES. ONLINE IN-MATCH USE LIMITED TO 120 IMAGES, NO VIDEO EMULATION. NO USE IN BETTING, GAMES OR SINGLE CLUB/LEAGUE/PLAYER PUBLICATIONS. PLEASE CONTACT YOUR ACCOUNT REPRESENTATIVE FOR FURTHER DETAILS..
MU vs Man City 0-1, Dalot Dikritik: Jago Cari Pelanggaran, Bukan Peluang Foto: REUTERS/Scott Heppell
Jakarta -

Manchester United kembali menelan kekalahan pahit di Old Trafford. Setan Merah takluk 0-1 dari Manchester City dalam derbi Manchester, Minggu (13/9/2026), meski sang rival bermain dengan 10 pemain selama lebih dari 70 menit.

Gol tunggal Erling Haaland pada menit ke-60 menjadi pembeda. Kekalahan tersebut membuat sejumlah pemain MU menjadi sasaran kritik, salah satunya Diogo Dalot.

Kritik yang paling menonjol adalah Dalot dinilai lebih "pintar" mencari pelanggaran ketimbang menciptakan peluang. Padahal, MU membutuhkan kontribusi ofensif lebih besar setelah Phil Foden mendapat kartu merah pada menit ke-23.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Salah satu momen yang menjadi sorotan terjadi ketika Dalot menerima umpan chip akurat dari Bruno Fernandes di area penalti. Pergerakannya sebenarnya membuka kesempatan bagi MU untuk menciptakan peluang emas.

Namun kontrol bola Dalot kurang sempurna. Bola akhirnya dengan mudah diamankan kiper Manchester City, Gianluigi Donnarumma.

Dalot juga beberapa kali kehilangan bola di area pertahanan sendiri. Ia sempat tertangkap offside dalam situasi yang seharusnya dapat diantisipasi dan mendapat teguran dari rekan-rekannya, termasuk Fernandes dan Matheus Cunha.

Di sisi lain, Dalot tercatat melakukan tiga pelanggaran sepanjang pertandingan. Hal tersebut kemudian menjadi bahan kritik karena kontribusinya dalam duel dan mencari kontak dinilai lebih terlihat ketimbang ancamannya di depan gawang City.

Nama Dalot sampai menghiasi trending topic di media sosial X pada Senin (14/9/2026) pagi. Bek asal Portugal itu ramai dibicarakan setelah penampilannya dianggap mengecewakan dalam laga penting tersebut.

"Beberapa pemain Manchester United sangat menyebalkan sehingga saya bahkan tidak ingin melihat mereka di skuad kami. Patrick Dorgu perlu mengganti lapangan dengan papan loncat karena menghabiskan 90 menit mencari pelanggaran adalah satu-satunya keahliannya saat ini. Diogo Dalot perlu dilarang melakukan umpan silang," ujar @MannyDrewIII.

"Mengapa Dalot masih bermain untuk klub ini? Dia lebih seperti lawan daripada rekan satu tim," ucap @dylan_kilel.

"dalot suruh dlu les kumon satu tahun sm minun minyak ikan, iq footballnya -1 cok," sindir @bknantekaxing.

"dalot ganti aja udah ga guna," usul @Boyysadddd.

"Sebelum Dorgu masuk ke klub ini, level United memang sekelas Everton.
Dalot bisa main 250 laga di United jelas gambaran sejelek apa daftar pemain United. Diklub papan atas yakin sekelas Dalot hanya akan bermain dibawah 100 laga, itupun berangkat dari bangku cadangan," ujar @Dien1213.

MU Gagal Manfaatkan Keunggulan Pemain

Dilanisr detikSport, MU sebenarnya mendapatkan keuntungan besar setelah Foden diganjar kartu merah pada menit ke-23. Pemain City itu diusir wasit setelah insiden dengan Bruno Fernandes.

Dengan keunggulan jumlah pemain, MU kemudian lebih banyak menekan. Setan Merah bahkan sempat menghantam tiang gawang dan mendapatkan sejumlah kesempatan, tetapi persoalan penyelesaian akhir kembali menghantui.

Justru City yang berhasil mencetak gol pada menit ke-60 melalui Haaland. Gol tersebut awalnya dianggap offside, tetapi kemudian disahkan setelah pemeriksaan VAR yang cukup panjang.

Posisi kaki Dorgu dianggap membuat Haaland tetap onside. Situasi semakin kontroversial karena Enzo Fernandez berada dalam posisi offside dan terlihat mencoba memainkan bola.

Terlepas dari perdebatan keputusan wasit, kegagalan MU memanfaatkan keunggulan jumlah pemain menjadi persoalan terbesar. Bermain melawan 10 pemain City dalam sebagian besar pertandingan ternyata tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari kekalahan di kandang.

City pun mempertahankan start sempurna mereka dan terus bersaing dengan Arsenal di papan atas. Sebaliknya, MU masih tertahan di papan tengah-bawah.



(afr/afr)






Hide Ads