Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pakar Sebut Kartu Pokemon Akan Menjadi Mata Uang Global

Pakar Sebut Kartu Pokemon Akan Menjadi Mata Uang Global


Panji Saputro - detikInet

Master Ball League di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Sabtu (27/6/2026), tidak hanya menghadirkan pertandingan Pokmon Trading Card Game (TCG), tetapi juga berbagai aktivitas hiburan bagi pengunjung.
Ilustrasi Kartu Pokemon. Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto
Jakarta -

Ada pernyataan yang cukup mengejutkan dari seorang pakar keuangan, Peter Levin, bahwa kartu Pokemon akan menjadi mata uang global. Jadi barang ini dinilainya layak dipertimbangkan untuk dikoleksi.

Pendiri Griffin Gaming Partners tersebut, mengatakan bahwa ia memiliki lebih dari 500 ribu trading cards dari berbagai macam genre. Namun dirinya mengaku bahwa Pokemon menjadi kartu yang paling diminati.

"Pokemon adalah fenomena global. Saya sangat yakin bahwa jika dunia mengalami kiamat besok, lusa mata uang globalnya adalah kartu Pokemon," kata Levin, dilansir The Hollywood Reporter, Jumat (11/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Dirinya menjelaskan kalau kartu Pokemon mengalahkan S&P 500 yang meningkat sebesar 3.000 persen. Sedikit informasi, S&P 500 merupakan indeks pasar saham, yang bobot di dalam ditentukan oleh kapitalisasi pasar dan terdiri dari 500 perusahaan publik terbesar di Amerika Serikat (AS).

"Berasal dari Jepang, popularitasnya benar-benar mendunia pada akhir tahun 90-an dan awal 2000-an. Kemudian mengalami puncak kejayaan dan kemudian titik terendah, dan sejak saat itu, pertumbuhannya sangat pesat. Dan hal itulah yang mendorong ekspansi pasar internasional untuk kartu koleksi," tambahnya.

Menurutnya, kepopuleran kartu Pokemon tak lepas dari nama-nama besar yang ikut merasakan euforianya. Salah satunya Logal Paul yang pernah menjual kartu ini dengan harga fantastis, yakni USD 16,5 juta pada awal 2026.

"Media sosial telah menjadi daya tarik yang sangat besar. Penjualan itu sangat terkenal. Puluhan, bahkan mungkin ratusan juta orang menonton lelang tersebut. Jika Anda membuka platform media sosial mana pun, ada selebriti yang menyukai kartu koleksi," ujar Levi.

Dirinya juga memberi contoh nama besar lain yang ikut mengoleksi kartu Pokemon seperti Steve Aoki. Ia mengatakan kalau DJ satu ini penggemar berat trading card atau collectible card. Levi mengungkapkan kalau Aoki sering kali memamerkan koleksinya di media sosial.

"Secara khusus, TikTok adalah pendorong utama aktivitas semacam ini. Instagram juga demikian. Dan ada platform lelang langsung, seperti Whatnot, yang baru-baru ini nilai valuasinya meningkat menjadi USD 20 miliar," ucapnya.

Levi menceritakan bahwa saat pertama kali memulai perusahaannya, timnya sendiri sering mengolok-olok obsesinya terhadap aktivitas mengoleksi kartu.

"Tetapi saya akan mengatakan kepada orang-orang: semakin digital kita, semakin teknologi mutakhir ini mengambil alih kehidupan kita, semakin banyak orang akan kembali ke pengalaman komunitas yang lebih nyata dan berkesan serta pengalaman kehidupan nyata untuk dibagikan dengan orang lain. Dan collectible card adalah perwujudan yang luar biasa dari hal itu," pungkasnya.



(hps/fay)
TAGS




Hide Ads