Emoji terpopuler di dunia tahun lalu adalah π (menangis keras), menurut data penggunaan terbaru dari Google. Emoji π itu mencapai posisi puncak dengan melompati π€£ (tertawa berguling-guling) dan π (air mata kebahagiaan) di posisi kedua dan ketiga
Menurut data Google untuk tahun 2025, emoji wajah menangis keras telah menjadi emoji serbaguna di antara 500 emoji yang paling banyak digunakan, berfungsi untuk mengekspresikan humor, emosi yang kuat, dan tangisan.
Google mengumpulkan data tersebut dari sampel anonim sebanyak 665 juta emoji yang digunakan oleh orang-orang di seluruh dunia di Gboard, papan ketik Google yang terpasang pada sebagian besar perangkat Android.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan yang diterbitkan oleh New York Times, yang menganalisis unggahan Reddit dan berkonsultasi dengan para ahli bahasa, menemukan bahwa anak muda menganggap beberapa emoji lain sudah terlalu sering digunakan sehingga tidak terlalu populer lagi.
Emoji sering digunakan gadis remaja, sementara perempuan dewasa cenderung punya kosakata emosional lebih luas. "Remaja, khususnya gadis remaja, selalu berada di garis depan perubahan linguistik," kata Sali A. Tagliamonte, profesor linguistik di University of Toronto.
Menurut Google, 10 emoji yang paling sering digunakan sebagian besar tetap tidak berubah selama beberapa tahun terakhir, meskipun kini terdapat lebih dari 3.600 emoji yang tersedia.
Emoji terpopuler. Foto: NY Times |
Namun, peringkat dan penggunaan emoji terus bergeser, di mana beberapa emoji teratas digantikan yang lain. Emoji jempol (π) misalnya, semakin tidak populer, sementara penggunaan emoji tangan terlipat (π) meningkat.
Pergantian Emoji
Emoji kini telah menjadi bagian besar dari obrolan online. Tiap generasi menggunakan emoji untuk mengekspresikan perasaan yang sama, tapi mereka mungkin memilih emoji yang berbeda untuk melakukannya.
Generasi lebih muda menciptakan makna baru untuk emoji yang sudah ada dan mengganti emoji lama dengan emoji berbeda yang terasa lebih menyenangkan dan relevan bagi mereka.
Bunga atau mawar merah yang layu (π₯) semakin banyak digunakan oleh remaja untuk menunjukkan kesedihan, patah hati, atau kelelahan emosional. Sebelumnya, emosi-emosi ini sering diekspresikan menggunakan emoji patah hati (π).
Tren emoji berubah dengan cepat. Begitu generasi yang lebih tua mulai sering menggunakan suatu emoji baru, pengguna yang lebih muda sering kali berhenti menggunakannya dan beralih ke hal lain.
Menurut data, remaja lebih cenderung menggunakan emoji api (π₯) dalam situasi di mana orang yang lebih tua mungkin menggunakan emoji 100% (π―).
Contoh lainnya adalah emoji moai (πΏ), yang menggambarkan patung batu abu-abu raksasa berbentuk manusia. Meski awalnya tidak dirancang untuk mengekspresikan emosi, emoji ini jadi populer di pengguna muda.
Gen Alpha dan Gen Z sering menggunakan emoji moai sebagai reaksi datar untuk menunjukkan wajah tanpa ekspresi atau memberikan respons sarkastis "yang benar saja?". Popularitasnya tumbuh dramatis dalam beberapa tahun terakhir, naik dari peringkat ke-482 pada tahun 2021 menjadi ke-33 di 2025.
