Menurut pengamatan lembaga League Maternal Justice, langkah YouTube ini mengikuti jejak Facebook dan situs jejaring sosial lainnya, MySpace karena alasan cabul. Padahal sebelum dihapus, video menyusui ini sempat dilihat sebanyak 68.000 kali di YouTube.
Penghapusan ini lantas memicu berbagai perdebatan. Lembaga League Maternal Justice pun memprotes YouTube. Mereka menandaskan bahwa seharusnya video ini hanya diberi peringatan tertentu dan bukannya dihapus karena banyak video YouTube lain yang dianggap lebih seronok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT