Adalah para peneliti dari State University of New York, Amerika Serikat yang menyimpulkan bahwa panas yang dipancarkan laptop bisa meningkatkan resiko ketidaksuburan. Hal ini terjadi pada pria yang sering memakai laptop sembari dipangku.
"Pancaran panas laptop bisa meningkatkan temperatur kantung buah pelir secara signifikan," ungkap pemimpin penelitian, Prof Yefim Sheynkin seperti dikutip detikINET dari TheEconomicTimes, Rabu (28/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temperatur kantong pelir mereka pun diukur tiap tiga menit. Hasil akhirnya, mereka yang memakai laptop menyala temperatur kantung buah pelirnya meningkat sekitar 2,7 derajat celcius dari suhu normal. Peningkatan ini cukup untuk menyebabkan resiko ketidaksuburan karena bisa menurunkan jumlah sperma. (fyk/dwn)