Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Trump Ingin Bos FIFA Jadi Sekjen PBB, Warganet Ramai Nyinyir

Trump Ingin Bos FIFA Jadi Sekjen PBB, Warganet Ramai Nyinyir


Adi Fida Rahman - detikInet

EAST RUTHERFORD, NEW JERSEY - JULY 19: U.S. President Donald Trump and FIFA President Gianni Infantino hold the FIFA World Cup Winners Trophy before handing over to captain Rodri #16 of Spain at the award ceremony following the FIFA World Cup 2026 Final match between Spain and Argentina at New York New Jersey Stadium on July 19, 2026 in East Rutherford, New Jersey. (Photo by Dan Mullan/Getty Images)
Trump Ingin Bos FIFA Jadi Sekjen PBB, Warganet Ramai Nyinyir. Foto: Getty Images/Dan Mullan
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan ingin mendorong Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya. Wacana mengejutkan itu langsung mengundang beragam reaksi dan sindiran warganet di media sosial.

Menurut laporan New York Post, Trump menilai Infantino memiliki kemampuan langka dalam menyatukan orang dari berbagai negara. Hubungan keduanya juga disebut semakin dekat selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Seorang sumber yang mengetahui pemikiran Trump menyebut Presiden AS tersebut memandang Infantino sebagai sosok yang dihormati secara global. Trump kabarnya juga menganggap kandidat lain yang beredar kurang menarik dibandingkan pria berusia 56 tahun itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Infantino telah memimpin FIFA sejak 2016. Di bawah kepemimpinannya, jumlah peserta Piala Dunia diperluas menjadi 48 tim dan turnamen 2026 digelar di tiga negara Amerika Utara.

Kedekatan Trump dan Infantino beberapa kali terlihat di hadapan publik sepanjang Piala Dunia 2026. Infantino juga kerap memberikan pujian kepada Trump atas perannya dalam membantu penyelenggaraan turnamen sepak bola terbesar tersebut.

Warganet Ramai Menyindir

Kabar mengenai kemungkinan Infantino berpindah dari FIFA ke PBB sontak menjadi bahan perbincangan di media sosial. Sebagian warganet mempertanyakan pengalaman diplomatiknya, sementara yang lain menjadikannya bahan lelucon.

Ada yang bergurau bahwa jabatan Presiden FIFA kini menjadi batu loncatan menuju posisi "presiden dunia". Warganet lain menyindir bagaimana sosok yang biasa mengurus aturan sepak bola nantinya harus menangani konflik dan perdamaian internasional.

FILE PHOTO: U.S. President Donald Trump holds up a red card as he meets with FIFA President Gianni Infantino in the Oval Office of the White House in Washington, U.S., August 28, 2018. REUTERS/Leah Millis/File PhotoTrump memegang kartu merah saat bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino di Gedung Putih tahun 2018 lalu Foto: REUTERS/Leah Millis

Warganet Indonesia pun ikut meramaikan perbincangan. Berikut rangkumannya:

"mang enak sih kalo kenal sama orang dalam pasti ujung2nya di kasih jabatan kwkwkw," sindir @Nippon_Sangoku.

"Kok bisa orang yang ngurus sepak bola lompat jadi calon sekjen PBB. CVnya lewat jalur VIP kali ya, Nepotisme yang sebenarnya," ucap @kursipojokatas.

"Apakah ini yang bikin si Infantino nyabut hukuman kartu merah si Balogun? Kan kita gatau tuh isi percakapan di telpon janjiin apa," ujar @adjiecation curiga.

"bener2 mirip suatu presiden yang milih orang berdasarkan kedekatan bukan kemampuan, yang dia bener2 gapeduli siapa yg mimpin yang penting bagi2 aja dulu wkwkwkw," kata @Ifaturrohman.

"Makin ngaco. Dia bikin BoP kan katanya buat tandingan PBB, ini PBB juga mulai dimasukkin orang2 dia. Entah apa jadinya dunia ini bener2 di tangan dia semua. Udah gila," ujar
@tanpatandabukti.

Secretary General of the United Nations Antonio Guterres speaks during a press conference at the Japan National Press Club in Tokyo on May 20, 2026. (Photo by Kazuhiro NOGI / AFP)AntΓ³nio Guterres, Sekjen PBB Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI

Jalan Infantino Masih Panjang

Keinginan Trump tidak otomatis membuat Infantino menjadi calon resmi, apalagi langsung terpilih. Hingga kini belum diketahui apakah bos FIFA tersebut tertarik meninggalkan organisasi sepak bola dunia untuk memimpin PBB.

Masa jabatan Sekjen PBB AntΓ³nio Guterres akan berakhir pada 31 Desember 2026. Penggantinya dijadwalkan mulai bertugas pada 1 Januari 2027.

Proses pemilihannya pun cukup berat. Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara harus merekomendasikan satu nama kepada Majelis Umum. Lima anggota tetap Dewan Keamanan, yakni Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Prancis, memiliki hak veto.

Sejumlah kandidat telah masuk dalam bursa, sementara dorongan agar PBB memilih Sekjen perempuan pertama serta memperhatikan rotasi kawasan turut mewarnai proses tersebut. Kandidat dari Amerika Latin dan Karibia sebelumnya disebut memiliki peluang besar.



(afr/afr)






Hide Ads