Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Perdebatan Kartu Merah Embolo Tak Terhenti, Wasit dan VAR Dikritik

Perdebatan Kartu Merah Embolo Tak Terhenti, Wasit dan VAR Dikritik


Adi Fida Rahman - detikInet

Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Quarter Final - Argentina v Switzerland - Kansas City Stadium, Kansas City, Missouri, U.S. - July 11, 2026 Switzerlands Breel Embolo is shown a red card by referee Joao Pinheiro after a VAR review REUTERS/Albert Gea
Perdebatan Kartu Merah Embolo Tak Terhenti, Wasit dan VAR Dikritik Foto: REUTERS/Albert Gea
Jakarta -

Kontroversi kartu merah Breel Embolo pada laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Swiss masih menjadi perdebatan panas hingga Senin pagi (13/7/2026) di media sosial. Keputusan wasit Joao Pinheiro yang mengubah kartu kuning untuk Leandro Paredes menjadi kartu kuning kedua bagi Embolo usai tinjauan VAR dinilai menjadi titik balik pertandingan.

Insiden tersebut terjadi saat Swiss sedang berada dalam momentum positif. Setelah menyamakan skor menjadi 1-1 melalui Dan Ndoye pada menit ke-67, tim asuhan Murat Yakin tampil lebih dominan sebelum akhirnya harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-72.

Argentina kemudian memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menang 3-1 lewat extra time dan memastikan tiket ke semifinal Piala Dunia 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT



Aturan Baru FIFA Jadi Pemicu Kontroversi

Keputusan tersebut berkaitan dengan perluasan protokol mistaken identity yang diterapkan FIFA di Piala Dunia 2026.

Melalui aturan ini, VAR dapat membantu wasit membatalkan kartu yang diberikan kepada pemain yang salah, kemudian mengalihkannya kepada pemain yang dianggap benar-benar melakukan pelanggaran disiplin.

Dalam kasus Embolo, VAR menilai Paredes tidak melakukan pelanggaran. Embolo justru dianggap terjatuh sebelum terjadi kontak berarti sehingga dihukum karena diving.

Kartu kuning kedua itu kemudian otomatis berubah menjadi kartu merah. Insiden ini disebut sebagai salah satu penerapan paling kontroversial dari aturan baru FIFA di turnamen tersebut, demikian dilansir dari CNN Indonesia.

Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Quarter Final - Argentina v Switzerland - Kansas City Stadium, Kansas City, Missouri, U.S. - July 11, 2026 Switzerland's Breel Embolo remonstrates with referee Joao Pedro Silva Pinheiro IMAGN IMAGES via Reuters/Denny MedleyPerdebatan Kartu Merah Embolo Tak Terhenti, Wasit dan VAR DikritikFoto: IMAGN IMAGES via Reuters/DENNY MEDLEY

Pelatih Swiss Murka

Pelatih Swiss Murat Yakin tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut.

Menurut Yakin, situasi itu tidak cukup berbahaya untuk menghasilkan kartu kuning.

"Sama sekali tidak ada alasan untuk memberikan kartu kuning. Itu adalah situasi yang tidak berbahaya. Wasit seharusnya membiarkan permainan terus berjalan," ujar Yakin.

Ia bahkan menyebut aturan baru tersebut sebagai sesuatu yang "tidak dapat diterima" karena mengubah jalannya pertandingan. Gelandang Swiss Remo Freuler juga meminta FIFA memberikan penjelasan mengenai penerapan aturan tersebut.

Kapten Granit Xhaka turut melontarkan kritik. Menurutnya, keputusan itu "membunuh pertandingan" ketika Swiss sedang tampil lebih baik.

Sementara itu, Embolo terlihat meninggalkan lapangan dengan air mata dan harus ditenangkan rekan-rekan setimnya.

Netizen Terbelah

Perdebatan juga memanas di media sosial. Sebagian warganet menilai keputusan wasit sudah sesuai regulasi karena tayangan ulang memperlihatkan Embolo terjatuh sebelum terjadi kontak yang cukup dengan Paredes. Mereka beranggapan pemain AS Monaco tersebut mengambil risiko besar dengan melakukan simulasi saat sudah mengantongi kartu kuning.

Namun banyak pula yang menilai VAR terlalu jauh mencampuri keputusan di lapangan. Menurut mereka, simulasi di area tengah lapangan tidak layak berujung kartu kuning kedua yang mengubah jalannya laga.

"Embolo, pria berbaju merah, mendapat kartu merah karena apa yang digambarkan VAR sebagai simulasi. Kami sudah muak. FIFA seharusnya mengakhiri turnamen ini dan menyerahkan trofi kepada Argentina. Pada titik ini, ini benar-benar tidak masuk akal!" kata @Cool_Ustaz.

"Kocak malah playing victim, yang menghancurkan permainan itu divingnya si Embolo, kalo gak di revisi kasian lah Paredes dapet yellow card pdhal dia gak ngelakuin pelanggaran apa apa," pendapat @JooFleey.

"Yaah udah tau lawannya anak fifa, malah bikin hal aneh2 yaa wasit pasti semangat buat nguntungin argentina. Maybe tiap kemenangan argentina wasit dpt bonus dari fifa." kata @ilhamfajrians.

"Betul pak murat ketika pemain argentina melakukan hal2 yg harusnya kartu kuning bahkan merah...dibiarkan saja oleh wasit contoh pelanggaran tessi ke pemain aljazair itu harusnya merah dan bikin dia absen 2 match," ucap @Andrigonde.

"Lah bro, Embolo diving itu kakinya malah nyepak betis nya Paredes jir. Ya layak kuning lah kalo kek gitu. Apesnya dia udah dapet first yellow. Jadinya yellow pas diving jadi second yellow, terus red card deh," pendapat @kholidfatur.

Meski bermain dengan 10 pemain selama lebih dari 45 menit termasuk extra time, Swiss mampu bertahan hingga babak tambahan.

Namun kualitas skuad Argentina akhirnya berbicara. Julian Alvarez membawa Albiceleste kembali unggul sebelum Lautaro Martinez memastikan kemenangan 3-1.

Argentina kini melaju ke semifinal dan akan menghadapi Inggris dalam perebutan tiket ke final Piala Dunia 2026. Sementara Swiss harus pulang dengan menyisakan satu pertanyaan besar yang masih diperdebatkan hingga kini: apakah penerapan aturan baru FIFA sudah tepat, atau justru mengubah pertandingan secara berlebihan? Menurut detikers bagaimana?



(afr/afr)






Hide Ads